Hadis Tematik: Iman, Islam dan Ihsan

Perkenalkan, saya Muhammad Hafiz Awaludin. Saya adalah seorang mahasiswa di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Saya memiliki minat dalam bidang penulisan dan berbagi informasi yang bermanfaat.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Muhammad hafiz Awaludin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, kesempurnaan hidup dianggap sebagai tujuan utama setiap individu. Untuk mencapai kesempurnaan, umat Islam diperingatkan untuk mengembangkan tiga unsur penting, yaitu: Iman, islam, dan ihsan. Iman, islam, dan ihsan adalah tiga konsep yang saling terkait dan berhubungan dengan kesempurnaan hidup.
Ketiga konsep di atas yaitu Islam, Imam dan Ihsan Dalam Kitab Matan Arba‘In An Nawawi telah menjadi pokok ajaran agama Islam sendiri yang juga sangat berperang penting dalam proses pendidikan Islam. Hal ini dibuktikan dengan hadis Nabi saw (Hadis No. 2 dalam kitab Matan Arba’in An-Nawawi) yang akan di bahas sebagai berikut:
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ ﷺ ذَاتَ يَوْمٍ، إَذْ طَلَعَ عَلَيْناَ رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ، شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إلَى النَّبِيِّ ﷺ
فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَمِ
فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً»
قَالَ: صَدَقْتَ. فَعجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرِنِي عَنِ الإِيْمَانِ! قَالَ: «أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلاِئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَومِ الآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ»
قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِحْسَانِ! قَالَ: «أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ» قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ! قَالَ: «مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ» قَالَ: فَأخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِها! قَالَ: «أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الحُفَاةَ العُرَاةَ العَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي البُنْيَانِ» ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ: «يَا عُمَرُ! أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟» قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya: Dari ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhu juga, ia berkata: pada suatu hari kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang kepada kami seseorang yang sangat putih pakaiannya, sangat hitam rambutnya, tidak nampak kalau sedang bepergian, dan tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya.
Kemudian dia duduk menghadap Nabi SAW, lalu menyandarkan lututnya kepada lutut beliau, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas paha beliau.
Dia bertanya, “Ya Muhammad! Kabarkan kepadaku tentang Islam.” Maka, Rasulullah SAW bersabda, “Islam adalah Anda bersyahadat lâ ilâha illâllâh dan Muhammadur Rasûlûllâh, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika Anda mampu menempuh jalannya.”
Lelaki itu berkata, “Engkau benar.” Kami heran terhadapnya, dia yang bertanya sekaligus membenarkannya. Lelaki itu berkata lagi, “Kabarkanlah kepadaku tentang iman!”
Beliau (Nabi SAW) menjawab, “Anda beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan Anda beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.”
Lelaki itu menjawab, “Engkau benar.” Dia bekata lagi, “Kabarkan kepadaku tentang ihsan!”
Beliau (Nabi SAW) menjawab, “Anda menyembah Allah seolah-olah melihatnya. Jika Anda tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat Anda.”
Dia berkata lagi, “Kabarkan kepadaku tentang hari Kiamat!” Beliau menjawab, “Tidaklah yang ditanya lebih tahu daripada yang bertanya.” Dia berkata lagi, “Kabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya.”
Beliau (Nabi SAW) menjawab, “Jika seorang budak wanita melahirkan majikannya, dan jika Anda melihat orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, dan penggembala kambing saling bermegah-megahan meninggikan bangunan.”
Kemudian lelaki itu pergi. Aku diam sejenak lalu beliau bersabda, “Hai ‘Umar! Tahukah kamu siapa yang bertanya itu?” Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Beliau bersabda, “Sesungguhnya dia Jibril A.S yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian. (Diriwayatkan oleh Muslim).
1). Iman
Sabdanya ﷺ:
أَخْبِرْنِي عَنِ الإِيمَانِ
“Kabarkan kepadaku tentang iman.”
Iman, menurut bahasa, ialah kepercayaan secara umum. Sedangkan menurut syariat, ialah ungkapan tentang kepercayaan khusus, yaitu mempercayai Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, Hari Akhir, dan qadar, baik dan buruknya. (Syaikhu 2017, XII/34).
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـٰلًۢا بَعِيدًا ١٣٦
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An -Nisa: 136).
Rukun iman dalam Islam merupakan prinsip dasar akidah yang meliputi enam aspek utama, yaitu iman kepada Allah, malaikat-malaikat nya, kitab-kitab nya, rasul-rasul nya, hari akhir, serta qada dan qadar. Keenam unsur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dasar kepercayaan, tetapi juga sebagai kerangka epistemologis yang membentuk cara pandang, sikap, dan praktik keagamaan seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari.
2). Islam
Pada bagian awal Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Muhammad tentang Islam. Kata Islam secara etimologis berarti tunduk, patuh, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah (ikhlas). Adapun arti Islam menurut syara' yaitu tunduk dan taat kepada Allah serta mengesakan-Nya dengan melaksanakan kewajiban pokok yang menjadi rukun Islam yaitu: (Bariyah 2008, I/6).
Syahadatain, Dua kalimat syahadat terdiri dari syahadatullah dan syahadaturrasul. Syahadatullah yaitu kesaksian terhadap Allah sebagai Dzat yang berhak disembah serta pemilik sifat maha sempurna.
Menunaikan sholat sesuai tuntunan Rasulullah, Shalat merupakan ibadah badaniah yang paling utama. Setiap muslim wajib menunaikan shalat dalam segala keadaan walaupun sakit selama berakal (ingatannya normal/waras).
Mengeluarkan zakat, Zakat merupakan ibadah sebagai wujud syukur atas nikmat yang dianugerahkan Allah berupa harta.
Puasa di bulan Ramadhan, Kewajiban puasa bulan Ramadhan mulai diwajibkan pada bulan Sya'ban tahun kedua setelah Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah.
Menunaikan ibadah haji seumur hidup satu kali bagi mereka yang memiliki bekal dan kemampuan untuk melaksanakannya.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa Islam dan iman merupakan dua hal yang mempunyai hakikat yang berbeda baik secara bahasa maupun istilah. Ini adalah kaidah dasar dalam setiap nama yang berbeda. Namun, terkadang syariat memperluasnya dengan menyebutkan salah satunya untuk menunjukkan keduanya. Tidak ada Islam tanpa iman, begitu juga tidak ada iman tanpa Islam. Keduanya saling berkaitan erat, karena iman itu harus ada di hati dan dibuktikan dengan amal yang dikerjakan oleh anggota badan. (Al-Bugha 2019, VI/17).
3). Ihsan
Rasulullah Saw bersabda dalam hadist diatas berkaitan dengan ihsan, bahwa: “Rasul menjawab: ihsan adalah jika kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, jikalau kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.” Ihsan yang disebutkan dalam hadis adalah dalam ibadah. Adapun ihsan diluar ibadah, maknanya kita bawa makanan ihsan tersebut dalam segala kehidupan kita, dimana saja dan kapan saja kita selalu ingat diawasi oleh Allah Swt. Sikap ihsan yang kita harapkan, sebenarnya kembali lagi ke redaksi yang menjadi dasar, yaitu terkait imanan. Dalam ajaran Islam, kejujuran juga dituntut kepada orang yang berilmu apabila ditanya tentang ilmu pengetahuan ia wajib menjawab sebat kemampuannya, bila tidak, maka Allah mengancamnya dengan siksa yang amat pedih.
Kesimpulan
Islam, Iman dan Ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Islam adalah satu-satunya agama yang diakui Allah di sisi-Nya, sedangkan Iman adalah keyakinan yang menjadi dasar akidah Islam.
Islam tidak sah tanpa Iman, dan iman pun tidak sempurna tanpa ihsan. Sebaliknya, ihsan adalah mustahil tanpa iman, dan iman pun tidak akan terwujud tanpa adanya Islam. Subtansi dari seorang muslim haruslah mencakup konsep iman, Islam dan Ihsan. Insan kamil artinya manusia utuh jasmani dan rohani, dapat berkembang secara wajar dan normal karena takwanya kepada Allah SWT.
Penulis: Muhammad Hafiz Awaludin
Dosen Pengampu: Dr. Hamidullah Mahmud L.c, M.A
