Konten dari Pengguna

Hadiah Ulang Tahun Untuk Unpad

Muhammad Hijriah

Muhammad Hijriah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Hijriah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap bertambahnya umur pasti ada sebuah hadiah dan beribu pengharapan. Menjadi lebih baik lagi dari masa lalu seyogianya hal yang umumnya dipinta. Begitu pun dengan Universitas Padjadjaran atau yang lebih dikenal sebagai Unpad, yang pada bulan September ini bertambah umurnya.

Berdiri pada tahun 1957, pada bulan September ini Unpad memasuki umurnya yang ke-62 tahun. Lebih dari setengah abad mengabdi untuk negeri, Unpad memiliki sumbangsih untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui umurnya yang ke-62 Unpad lebih dulu menerima hadiahnya dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berupa klasterisasi perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Dalam urutannya Unpad belum dapat berpuas diri karena berada pada peringkat 10. Berbeda pada tahun 2013, Unpad pernah bertengger di posisi lima besar yaitu peringkat empat sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Setiap tahunnya peringkat Unpad nampak goncang dengan kondisi yang cukup fluktuatif.

Dengan kondisi tersebut dari peringkat 6 pada tahun 2016, Unpad pernah terlempar hingga posisi 14 dibawah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada tahun 2017. Hal tersebut merupakan kondisi Unpad dalam pemeringkatan nasional, lantas bagaimana dengan peringkatnya di kancah dunia?. Lagi-lagi Unpad belum bisa berpuas diri karena menurut QS World University Rangking 2019 posisinya masih pada peringkat 751-800 dunia.

Sehingga dengan rangking dunia tersebut Unpad perlu berlari kencang mengejar ketertinggalan kondisinya, melihat Universitas Indonesia (UI) telah berada pada rangking 200 besar dunia. Tidak hanya hadiah berupa pemeringkatan yang diberikan oleh Kemenristekdikti saja, Unpad pun menerima hadiah paling besar pada tahun ini berupa diterimanya putra-putri terbaik nusantara dengan hadirnya sekitar 7000 mahasiswa baru Unpad tingkat sarjana dan diploma pada tahun 2019.

Setelah mendapatkan titel sebagai universitas terfavorit pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) selama 6 tahun berturut-turut. Pada tahun 2019 titel itu Unpad tidak dapatkan lagi. Hal ini tentunya disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya tren kalangan pendaftar yang kemungkinan berubah.

Namun meskipun begitu, bersamaan dengan berlangsungnya penerimaan mahasiswa baru, Unpad mendapat hadiah luar biasa berupa Rekor Muri yang diraih. Rekor tersebut didapatkan dari formasi mozaik dengan peserta terbanyak menggunakan payung yang dilangsungkan pada kegiatan penerimaan mahasiswa baru Prabu Unpad 2019. Dengan Rekor Muri yang didapat, nama Unpad kembali harum semerbak dengan diberitakannya capaian tersebut oleh berbagai media massa.

Namun meskipun hadiah ulang tahun yang didapatkan oleh Unpad telah banyak, terdapat hadiah yang masih ditunggu-tunggu oleh seluruh civitas academicanya. Hadiah tersebut nampaknya menjadi sebuah pengharapan besar bagi Unpad pada tahun ini. Karena saking spesialnya hadiah ini nampaknya membuat semua masyarakat Unpad tidak sabar untuk membukanya.

Ketidaksabaran tersebut diakibatkan oleh lamanya penantian akan sebuah pengharapan berupa terpilihnya seorang rektor baru. Tri Hanggono Achmad yang telah memimpin Unpad lima tahun lamanya pada akhirnya lengser dan harapannya langsung digantikan oleh pemimpin baru. Namun jalan pergantian itu tidaklah semulus dan selancar yang dikira.

Terdapat bebatuan terjal dan tikungan curam yang menghalangi prosesi pemilihannya, kekuatan politik, malaadministrasi, demonstrasi sampai layangan gugatan mewarnai jalannya pemilihan rektor Unpad. Hingga pada akhirnya 29 Agustus 2019 lalu, terpilih kembali sembilan bakal calon Rektor Unpad sebagai pengharapan baru bagi tanah Padjadjaran. Tentulah siapa pun yang nantinya terpilih menjadi Rektor Unpad dapat menerima mandat besar ini dengan sebaik-baiknya.

Diperlukan adanya pemikiran dan kebijakan baru yang membawa Unpad ke arah yang lebih baik lagi. Karena dengan terpilihnya Rektor Unpad ini merupakan hadiah terpenting pada ulang tahun Unpad ke-62 tahun ini. Tentunya ribuan civitas academica Unpad menunggu kehadirannya sebagai tempat pengharapan.

Ibaratkan kapal yang sedang berlayar, tentulah diperlukan seorang nahkoda kapal yang mengerti situasi dan kondisi laut. Tidak membahayakan awaknya untuk menerjang badai maupun berhari-hari berlayar tanpa persediaan dan bekal yang cukup. Begitu pun dengan harapan terhadap Rektor Unpad baru nanti.

Sejuta keinginan dan harapan yang diimpikan oleh seluruh civitas academicanya, menjadi lebih baik lagi merupakan suatu hal yang perlu dan harus dilakukan. Namun dalam pelaksanaannya tidak sekadar itu, diperlukan sistem yang tepat dalam rancangannya. Dimulai dari perbaikan sektor-sektor penting, terutama dalam bidang manajemen sumber daya manusia.

Perlu dipastikan nantinya posisi-posisi strategis yang berada pada lingkaran gedung rektorat dapat dibawa oleh seseorang yang kompeten dan profesional dalam bidangnya. Dapat memaksimalkan kekayaan sumber daya akademik yang ada untuk mengembangkan Unpad. Karena jika telah dimaksimalkan dalam menyerap semua sumber daya akademik yang ada di Unpad, kualitas kampus akan merangkak naik dan menjadi sebuah perwujudan pengelolaan yang tertata.

Begitu pun dengan permasalahan peringkat nasional maupun dunia, harapannya Rektor baru dapat menjadikan Unpad sebagai perguruan tinggi negeri yang berkualitas. Hal tersebut dapat diwujudukan salah-satunya dengan mendorong dan memfasilitasi berbagai kegiatan mahasiswa. Ditambah pula dengan pengelolaan dan manajemen aset yang baik agar menjadikan Unpad sebagai kampus bermartabat.

Tidak hanya posisinya sebagai kampus yang berkualitas dan bermartabat, namun lulusannya pun dapat berdiaspora ke seluruh penjuru mata angin untuk mengabdi dan tutut membangun negeri. Sehingga pada akhirnya lulusan Unpad dapat dikenal masyarakat sebagai pribadi yang bersumbangsih tinggi dan menjadi insan abdi masyarakat yang sebenarnya sesuai dengan pedoman Tri Dharma Perguruan Tinggi.