Konten dari Pengguna

Mengenal istilah 'Sole Survivor Policy' dalam film Saving Private Ryan

Muhammad Hijriah

Muhammad Hijriah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Hijriah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak ada yang pernah menyangka bahwa plot film yang mengambil latar saat peristiwa

“Normandy Invansion” pada tahun Juni 1944 atau sekiranya setahun sebelum PD II berakhir

adalah menceritakan kisah heroik pengorbanan yang dilakukan oleh John Miller (Tom Hanks)

hingga mencapai garis terdepan perbatasan tentara Jerman demi menyelamatkan seorang prajurit

bernama James Ryan yang diperankan oleh Matt Damon. Bagi yang sudah menonton “Saving

Private Ryan”, saya disini ingin sedikit menyegarkan ingatan dengan film karya Steven Spielberg

ini dengan membawakan tulisan ini kepada anda.

Bagi sebagian orang, termasuk saya, yang kurang familiar dengan film genre militer, film

Saving Private Ryan setidaknya menimbulkan pertanyaan. Salah satu yang menjadi pertanyaan,

sekaligus plot besar dari film ini adalah rasionalisasi menyelamatkan satu nyawa prajurit bahkan

hingga mengorbankan nyawa banyak prajurit lainnya. Jika anda mengira bahwa ini hanya sebuah

ide cerita karangan semata, maka jawaban anda salah. Frederick “Fritz” Niland, seorang prajurit

U.S Army Force pada Perang Dunia ke II menjadi inspirasi utama dalam menciptakan tokoh utama

cerita ini. Terlebih, dengan diadaptasinya cerita tersebut ke layar lebar, membuat kesan dramatis

dan heroik semakin terasa bagi para penonton.

Salah satu yang rujukan terkait dengan pertanyaan tersebut adalah kebijakan militer

mengenai militer AS merujuk pada aturan mengenai Sole Survivor Policy. “Sole Survivor Policy”

sendiri merupakan suatu kebijakan militer AS yang ditujukan untuk melindungi anggota suatu

keluarga ketika mereka telah kehilangan salah seorang anggotanya sebelumnya. Mengutip lama

Historia.id, sejarah lahirnya “Sole Survivor Policy” berawal dari kematian “Sullivan Brothers”

dimana kelima saudara sullivan: George, Francis, Joseph, Madison, Albert meninggal dalam

peristiwa “Battle of Santa Cruz Island”. Jauh sebelum itu, terdapat kisah mengenai Bixby Letter

(Surat Bixby) sendiri adalah sebuah surat ucapan duka Abraham Lincoln yang ditujukan kepada

Ny. Lydia Bixby atas meninggalnya kelima putranya saat perang saudara.

Kebijakan “Sole Survivor Policy” merupakan bagian dari sebuah upaya dan implementasi

bantuan perlindungan warga negara, terlebih bagian dari anggota keluarga, yang turut serta

menjadi bagian dari militer oleh Amerika Serikat. Namun, bagi saya yang baru mengetahuinya

pasca menonton film Saving Private Ryan, adalah sebuah kebijakan yang memperlihatkan sisi

empati dan hubungan emosional yang terjadi antara militer dan keluarga prajurit. Seperti yang rasa

empati yang ditulis oleh Lincoln kepada nyonya Bixby atau yang terjadi pada James Ryan, kisah

mengenai “Sole Survivor Policy” dapat disebut sebagai membalas kegelisahan yang dialami oleh

negara sebagai tempat seorang prajurit mengabdi terhadap sang keluarga. Kebijakan tersebut juga

tak lain lahir dari tragedi besar, dimanifestasikan dalam membentuk suatu aturan tertulis dalam

militer AS. Kebijakan ini juga tertulis dalam dokumen resmi angkatan laut AS seperti Bureau of

Naval Personnel Information Bulletin, 1942; Extract on the assignment of brothers to same ship

or station atau dokumen tidak resmi lainnya.

Istilah Sole Survivor Policy memang cukup awam untuk terdengar, namun setelah membaca

mengenai kisah para “Sole Survivors”, kini kita dapat berefleksi bahwa jaminan perlindungan

militer sendiri nyatanya sampai mempengaruhi dalam tingkat keluarga, meskipun perlu

digarisbawahi bahwa kebijakan yang kita bicarakan dalam konteks “Sole Survivor” atau dapat

diterjemahkan sebagai “Prajurit Tunggal”. Film Saving Private Ryan juga memberikan

penggambaran mengenai proses dalam melaksanakan kebijakan tersebut, meskipun perlu

digarisbawahi bahwa sebagian dari film ini merupakan fiksi buatan. Pertanyaan awal yang sudah

terjawabkan, kini saya memberi pertanyaan pada anda, bagaimana jika kebijakan ini diaplikasikan

pada negara selain Amerika, semisal Indonesia?

Untuk anda yang tertarik untuk mengenal lebih dalam mengenai istilah militer atau sekedar

penggemar film aksi dokumenter, film Saving Private Ryan bisa menjadi awal yang bagus untuk

anda, lantaran tidak terlalu membawa kesan serius atau bumbu-bumbu lainnya yang biasa kita

temukan di film genre yang sama. Selain ini, film Hacksaw Ridge akan menjadi referensi

berikutnya bagi anda yang ingin menggali sisi emosional dari seorang prajurit.

Penulis: M Anugrah Arrahman

Bibliografi

Naval History and Heritage Command. (2017, November 07). The Sullivan Brothers: U.S. Navy Policy

Regarding Family Members Serving Together at Sea. Diambil kembali dari Naval History and

Heritage Command: https://www.history.navy.mil/browse-by-topic/disasters-andphenomena/the-sullivan-brothers-and-the-assignment-of-family-members/sullivan-brotherspolicy-family-members.html

TIMMONS, G. (2019, July 01). Saving Private Ryan: The Real-Life D-Day Back Story. Diambil kembali dari

History: https://www.history.com/news/saving-private-ryan-real-life-dday-back-story