Family Time untuk Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Menuju Keluarga Bahagia

Mahasiswa IPB University
Tulisan dari Muhammad Ikhwan Zaki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ghaly Ahmadtra S. A., Fakhri Mukhlas, M. Ikhwan Zaki, Restu Gendhis Selifani, dan M. Raihan Mubarok
Dosen pengampu : Dr. Ir. Diah Krisnantuti, MS dan Ir. MD. Djamaludin, M.Sc
Sebuah unit terkecil yang paling awal untuk menghadapi kehidupan ini adalah keluarga. Sebagai unit terkecil dalam masyarakat, setiap keluarga berusaha mencapai ketahanan keluarga sehingga mampu memenuhi kebutuhan fisik, sosial, mental, dan spiritual para anggotanya. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah dan bersatu. Keluarga adalah lingkungan yang pertama dan utama bagi setiap individu, sehingga keluarga merupakan agen sosialisasi yang pertama dan utama pula. Kelompok sosial yang paling kecil ini di dalam masyarakat yang umumnya terdiri dari satu atau dua orang tua beserta anak-anak mereka, di mana orang-orang tersebut tinggal dalam satu atap bersama-sama dan saling tergantung satu dengan yang lainnya dengan peran sosialnya masing-masing.
Anak menjadi bagian dari salah satu anggota keluarga yang mempunyai peranan cukup penting. Anak sebagai penerus keturunan dari keluarga tersebut. Anak adalah prioritas karena baik sekarang dan apalagi pada masa depan setelah dewasa, mereka membawa nama kita, nama keluarga dan jika ada masalah dengan mereka baik sekarang atau pada masa depan kemungkinan besar akan kembali kepada kita sebagai orang tua. Kualitas hubungan antara orang tua dan anak, ditentukan oleh kualitas kebersamaan adalah adanya interaksi dua arah. Waktu orang tua bermain bersama anak juga merupakan waktu yang berkualitas terutama anak pada usia dini menjadi salah satu anggota keluarga yang harus diperhatikan.
Pengajaran dilakukan oleh orang tua harus sesuai dengan rentangan usianya. Pada anak di usia 0-2 tahun kebutuhan waktunya berbeda dengan anak usia 3-5 tahun. Di rentang usia 0-2 tahun anak masih sangat bergantung pada orang tuanya. Anak bukan tamu biasa di dalam anggota keluarga kita, mereka telah diamanahkan untuk sementara waktu kepada kita dengan tujuan mencintai mereka dan menanamkan nilai-nilai dasar untuk kehidupan masa depan yang akan mereka bangun. Tidak ada yang sia-sia jika kita melakukan sesuatu untuk anak anak. Mereka sepertinya tidak memperhatikan kita, mengalihkan pandangan dan jarang berterima kasih, tetapi apa yang kita lakukan untuk mereka tidak pernah sia-sia.
Usia dini pada anak merupakan masa peletakkan dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak Pada masa ini anak usia dini masuk pada usia keemasan, masa yang sangat tepat untuk mengajarkan semua perilaku yang baik, mengajarkan norma-norma sosial karena yang dicontohkan orang tua secara tidak langsung akan membentuk kepribadian. Anak usia dini merupakan kesempatan emas bagi anak belajar karena rasa ingin tahu anak usia ini berada pada posisi puncak.
Orang tua yang bekerja kurang memiliki quality time untuk anak-anak mereka, padahal sangat penting kehadiran orang tua secara fisik dan psikis untuk perkembangan anak yang baik. Melalui adanya pertemuan antara orang tua dengan anak yang berkualitas (family time), berbagai sikap positif akan mudah ditiru oleh anak-anak dan ketika ada sikap negatif muncul pada diri anak maka orang tua dapat segera mengoreksi sikap mereka.
Family time merupakan serangkaian kegiatan dari yang sangat terencana dan kegiatan dalam jangka waktu panjang sehingga kegiatan rutin dalam menggunakan waktu untuk berbagi dengan keluarga. Bagian yang paling penting dalam family time adalah kebersamaan atau aktivitas yang dilakukan bersama sama dan berinteraksi antara satu dengan yang lain dan juga adanya komunikasi di dalamnya. Dengan adanya intensitas quality time yang tinggi dan melakukan berbagai aktivitas yang berguna bersama anak akan lebih mudah dalam melakukan suatu perilaku tertentu dan berkembang lebih positif.
Rentang usia anak dari lahir sampai 6 tahun anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa di mana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis, anak telah siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual.
Masa tersebut merupakan masa peletak dasar pertama untuk mengembangkan kemampuan kognitif, bahasa, gerak-motorik, dan sosio emosional pada anak usia dini. Anak usia dini berada dalam masa keemasan di sepanjang rentang usia perkembangan manusia. Masa ini merupakan periode sensitif, selama masa inilah anak secara khusus mudah menerima stimulus-stimulus dari lingkungannya. Pada masa ini anak siap melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memahami dan menguasai lingkungannya dengan interaksi sosial.
Menurut Ahmadi (2009: 49) interaksi sosial adalah suatu hubungan antara individu dengan suatu kelompok yang saling memengaruhi. Journal of Transport Geography yang berjudul Children's Incidental Social Interaction During Travel International Case Studies From Canada, Japan, and Sweden (Waygood, dkk 2017: 23) menjelaskan bahwa interaksi sosial membantu anak merasakan sensualitas masyarakat selain itu juga untuk kesejahteraan dalam kehidupan anak selanjutnya. Bahwasanya dalam jurnal ini menjelaskan tentang bagaimana orang tua merasa aman ketika interaksi sosial dibangun sejak dini, karena ketika anak bepergian sendiri atau berangkat sekolah sendiri menggunakan sepeda dan terjadi sesuatu di perjalanan anak langsung bertanya atau meminta bantuan dengan orang di sekitar perjalanan tersebut tanpa malu ataupun takut. Sebaliknya Kurangnya interaksi sosial dengan orang lain selain keluarga memungkinkan anak-anak mengalami tingkat kesejahteraan yang lebih rendah ketika mereka pergi karena hubungan masyarakat dapat memengaruhi rasa aman bagi anak dan orang tua mereka.
Dalam interaksi pada anak usia dini, orang tua dapat mengajarkan cara bergaul yang baik, mengajarkan agama dengan baik, sopan santun dalam bertutur kata, mencontohkan kebiasaan yang positif, membiasakan berbicara yang baik, mengajarkan anak untuk terbiasa berkata tolong kalau meminta bantuin orang lain, berkata maaf kalau melakukan kesalahan, mengucapkan terima kasih saat diberi sesuatu oleh orang lain, dll. Aspek yang dikembangkan dalam pendidikan anak usia dini adalah aspek pengembangan pembiasaan meliputi sosial, emosi, kemandirian, moral, nilai-nilai agama serta pengembangan kemampuan dasar yang meliputi pengembangan bahasa, kognitif, fisik dan motorik.
Memanajemenkan waktu luang yang diberikan orang tua untuk menemani anak - anak bermain dapat membuat hubungan menjadi harmonis, mempererat hubungan keluarga, menciptakan keakraban antara anggota keluarga, komunikasi maupun interaksi sosial antara anak usia dini dengan orang tua dapat terjalin dengan baik dan dapat melatih kemampuan anak usia dini untuk mengembangan keterampilan sosial. Kegiatan bermain bersama antara anak dengan orang tua akan makin membuat harmonis hubungan keluarga yang terjalin erat, sehingga kenyamanan dalam keluarga tetap.
