Konten dari Pengguna

Kontroversi Aliran Sesat: Peran Kiai dan Pesantren dalam Penguatan Akidah Islam

Muhammad Imam Bahauddin

Muhammad Imam Bahauddin

Mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Imam Bahauddin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Agama Islam merupakan agama yang Rahmatan Lil Alamin, dalam artian Rahmat bagi seluruh alam. Banyak para ulama yang dapat mengartikan agama Islam itu sendiri. Islam bersifat universal, humanistis, dinamis, kontekstual dan berlangsung selamanya. Islam adalah agama yang melengkapi agama-agama sebelumnya (Rasyid, 2016).

Ajaran Islam harus tetap dipertahankan hingga saat ini, terlebih saat ini kita sudah masuk di era zaman yang banyak kontroversi aliran kesesatan. Banyak para ulama saat ini yang mempertahankan maupun lebih menguatkan terhadap ajaran Islam atau akidah Islam dengan berbagai caranya masing-masing, mulai dengan metode dakwah dalam ajaran Islam, bahkan dengan membangun lembaga pendidikan Islam yang akan menjadi tempat terus berkembangnya ajaran agama Islam. Dakwah dalam arti sempit adalah seruan dan ajakan seseorang atau sekelompok orang untuk mengamalkan ajaran Islam (Pimay & Savitri, 2021).

Dakwah yang dilakukan oleh para ulama tidak lain hanya untuk mengajak saudara semuslim untuk lebih ditingkatkan ataupun lebih mengikuti lagi terhadap ajaran Islam sendiri. Memperdalam ajaran Islam tidak terlepas dari pribadi muslim yang bertakwa. Karena muslim sejati ialah mereka yang bertakwa kepada Allah Swt. Dakwah dalam pengertian amar makruf nahi munkar adalah syarat mutlak bagi kesempurnaan dan keselamatan hidup masyarakat (Alimuddin, 2007).

Dakwah sendiri terbagi menjadi beberapa macam metode, diantaranya metode dakwah dengan cara ceramah agama yang dilakukan oleh para kiai ataupun para dai, dan juga metode dakwah dengan cara pendidikan melalui lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren maupun madrasah. Metode ceramah ini lebih luwes, artinya mudah disesuaikan dengan situasi dan keadaan serta waktu yang tersedia (Maryatin, 2014). Dakwah dengan metode ceramah ini disebut juga dengan mauizatul hasanah. Dalam Alquran, metode dakwah diterapkan melalui hikmah, mauizatul hasanah dan mujdah billati hi ya ahsan (Pimay & Savitri, 2021).

Selain dakwah dengan cara ceramah, dakwah ajaran Islam juga dapat dilakukan melalui Lembaga Pendidikan Islam atau disingkat LPI, diantaranya adalah pondok pesantren. Melalui lembaga pendidikan, ajaran Islam juga akan dapat menyebar maupun banyak diikuti oleh umat Islam, khususnya oleh para generasi penerus. Harapannya, akan ada generasi yang meneruskan penyampaian dakwah ajaran Islam dan ajaran Islam akan terus berkembang dan tidak akan pernah padam. Penyampaian dakwah Islamiah haruslah disempurnakan dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga cahaya hidayah Allah Swt. tidak terputus sepanjang masa (Maryatin, 2014).

Selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren memiliki banyak fungsi dan peran sebagai lembaga dakwah dan pembinaan masyarakat. Hal ini karena potensi dan peluang yang ditawarkan oleh pondok pesantren diantaranya pesantren memiliki sumber daya manusia yang memadai. (Interpersonal et al., 2022) para Ulama, para Kiai akan menyebarkan ajaran agama Islam dengan beberapa metode pembelajaran melalui pesantren. Dalam perjalanan dakwah Islam, Pesantren memiliki beberapa metode dalam penyampaian dakwahnya, diantaranya ialah :

> Memberikan Contoh Teladan.

Contoh teladan oleh pengurus di Pondok Pesantren Nurul Iman dengan berbusana iman dan taqwa yang rapih dan bersih (sumber: dokumen pribadi)

Kata teladan dalam Alquran identik dengan kata yang berarti contoh teladan yang baik. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, Dalam Alquran surat Al-Ahzab ayat 21 yang menjelaskan bahwa dalam diri Rasulullah saw. terdapat suri teladan yang baik atau contoh akhlak yang baik. Dengan demikian, para santri akan didik untuk senantiasa berakhlakul karimah, peran kiai maupun dewan pengajar sangatlah penting dalam hal ini karena harus senantiasa mengajarkan ilmu yang berkaitan dengan akhlak, seorang kiai harus menjadi contoh pula yang akan menjadi acuan para santri dalam hal berakhlakul karimah.

> Menceritakan Kisah-Kisah Dalam Al-Quran

pembelajaran materi kisah para Nabi (sumber: dokumen pribadi)

Banyak kisah-kisah para Nabi dan juga para sahabat maupun orang terdahulu yang banyak dipelajari dan juga sebagai motivasi tersendiri. Dengan mempelajari kisah-kisah para nabi dll nya, para santri akan lebih fokus dalam belajar dengan membayangkan dan juga lebih dengan perasaan. Islam menyadari sifat alamiah manusia dan menyadari pengaruhnya besar terhadap perasaan. Oleh karena itu, Islam mengangkat sebuah kisah itu untuk dijadikan salah satu teknik berdakwah (Interpersonal et al., 2022). Dengan metode menceritakan kisah para nabi maupun orang terdahulu, ajaran Islam akan tersampaikan kepada para santri, karena metode ini para santri akan tahu sejarah dan dapat dijadikan bahan pelajaran untuk kesehariannya.

> Memberikan Nasihat atau Arahan

Dewan Guru di Pondok Pesantren Nurul Iman sedang memberikan nasihat kepada para santri (sumber: dokumen pribadi)

Manusia tidak terlepas dari khilaf maupun kesalahan, begitu pun dengan para santri, karena santri juga manusia. Dengan bimbingan, arahan, dan nasihat yang diberikan oleh gurunya, ini akan menjadi pedoman bagi para santri untuk terus berada di jalan kebenaran, tidak terjerumus oleh godaan setan maupun sejenisnya. Para kiai di pesantren mendidik para santri dengan memberikan nasihat-nasihat yang bersumber dari wahyu ilahi. Sehingga petuah dari para kiai selalu dijadikan sebagai pedoman hidupnya (Interpersonal et al., 2022).

> Metode Musyawarah

Musyawarah tentang perbedaan pendapat dari suatu permasalahan (sumber: dokumen pribadi)

Pesantren juga menggunakan metode ini dalam mengajarkan manusia dengan tujuan lebih memantapkan pengertian, dan sikap pengetahuan terhadap sesuatu masalah (Interpersonal et al., 2022). Diskusi merupakan hal yang penting dan juga menjadi momen para santri untuk saling berbagi ilmu, mengamalkan apa yang telah dipelajari, bertukar pikiran dengan yang lainnya, dan menjadi nilai tambah dalam hal interaksi sosial dengan yang lainnya.

Dengan beberapa metode yang diterapkan oleh para kiai ataupun dewan guru di pesantren, metode tersebut harapannya akan tersampaikan semua ajaran agama Islam kepada para santri serta mencetak generasi penerus yang bermutu dan ilmunya berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Semua ilmu dan pembelajaran selama di pesantren yang akan menjadi bahan ataupun pembekalan bagi para santri dengan harapan ajaran agama Islam akan terus berkembang yang akan meneruskan dakwah dalam ajaran agama Islam. Dengan peran kiai dalam penguatan akidah Islam di zaman yang banyak kontroversi aliran sesat, hal ini dapat menjadi upaya dalam memerangi kesesatan dan juga memutus mata rantai oknum yang menyesatkan.

Daftar Pustaka

Alimuddin, N. (2007). Konsep Dakwah Dalam Islam. Hunafa, 4(1), 73–78. Diakses pada 18 Juni 2023. Melalui link https://doi.org/10.24239/jsi.v4i1.195.73-78.

Interpersonal, K., Dengan, G., Tua, O., & Membentuk, D. (2022). Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam. 2(1), 55–66. Diakses pada 18 Juni 2023. Melalui link https://jurnal.staithawalib.ac.id/index.php/syiar/article/view/33

Maryatin, M. (2014). EFEKTIFITAS METODE CERAMAH DALAM PENYAMPAIAN DAKWAH ISLAM: Studi pada Kelompok Pengajian di Perumahan Mojosongo Permai Kabupaten Boyolali. Jurnal Ilmu Dakwah, 34(1), 103 - 121. Diakses pada 18 Juni 2023. Melalui link https://doi.org/10.21580/jid.v34i1.66.

Pimay, A., & Savitri, F. M. (2021). Dinamika dakwah Islam di era modern. Jurnal Ilmu Dakwah, 41(1), 43–55. Diakses pada 18 Juni 2023. Melalui link https://doi.org/10.21580/jid.v41.1.7847.

Rasyid, M. M. (2016). Islam Rahmatan Lil Alamin Perspektif Kh. Hasyim Muzadi. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 11(1), 93–116. Diakses pada 18 Juni 2023. Melalui link https://doi.org/10.21274/epis.2016.11.1.93-116.