Konsultasi Psikologi: Ayah Cemburu, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Seorang Psikolog Bekerja sebagai seorang konselor pernikahan dan Owner Rumah Konseling, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Periode 2016-2021.Saat Dosen Tetap Psikologi Universitas Paramadina. Ketua STIE Swadaya Jakarta
Tulisan dari Muhammad Iqbal PhD Psikolog tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh: Dr.Muhammad Iqbal CEO Rumah Konseling/ Dekan Psikologi Universitas Mercu Buana
Pertanyaan :
Yth: Tim Psikologi Rumah Konseling
Saya seorang remaja siswa SMA di sebuah kota. Saya ingin curhat. Sebelumnya saya bingung harus memulai dari mana menceritakan semua ini, intinya saya sedang dalam masalah keluarga yang sangat berat.
Baru saja ayah saya curhat dengan saya mengenai ibu saya yang selalu menuntut ayah saya bisa mencukupi kebutuhan hidup. Tapi, beberapa kali ayah saya melihat ibu saya membeli barang-barang, padahal ibu saya tidak bekerja, ayah saya curiga, bahwa ibu saya selingkuh. Padahal saya tau, kalau itu uang dari ayah yang selalu di sisihkan ibu dan ibu juga ikut program menabung. Ibu pernah bilang sama saya, kalau ayah bertanya tentang uang itu, bilang saja tidak tahu. Jadi, waktu ayah nanya, sebenarnya saya mau jujur, tapi saya takut salah ngomong atau gimana jadi saya diam. Dan dari situ, ayah membahas tentang perceraian, apa yang harus saya lakukan sebagai anak?
Jawaban:
Walaikumsalam wr wb
Terima kasih atas pertanyaan yang adik ajukan, saya turut prihatin apa yang terjadi pada keluarga adik, tentu saja sebagai anak adik sedih bila orang tua bertengkar dan ingin bercerai serta mengganggu pikiran, perasaan
Setiap orang dewasa/orang tua memiliki cara sendiri dalam menyelesaikan masalahnya dan mereka memerlukan waktu untuk bisa duduk bersama. Tetaplah menghormati mereka sebagai orang tua, mungkin ada beberapa masalah yang mereka hadapi seperti ekonomi, pekerjaan dan hubungan sosial sehingga berdampak kepada masalah dalam rumah tangga
Kalau dari apa yang adik sampaikan, masalah yang keluarga adik alami sepertinya masalah ekonomi yang menyebabkan Ayah lebih sensitif, curiga, dan mudah marah. Permasalahan dalam keluarga akan berdampak besar kepada psikis seseorang, karena masalah ekonomi bisa menyebabkan stres depresi, sensitif, mudah marah dan gangguan emosi, sehingga apa yang Ayah dan ibu alami tentu saja harus disikapi dengan bijaksana
Dalam situasi ini karena adik tahu bahwa yang terjadi adalah ekonomi yang menyebabkan salah paham, maka bantulah menjelaskan dan mendamaikan. Ada baiknya adik menyampaikan terus terang apa yang adik ketahui dan bantu menjelaskan agar Ayah dan ibu agar tidak salah paham. Bila adik tidak di dengar karena dianggap masih kecil, coba minta pihak ketiga sebagai mediator (kakek.nenek. paman, saudara, tokoh, ustad, orang yang disegani)
Kuat dan hadapilah semua masalah ini, karena dalam hidup ini tidak ada yang tanpa masalah, karena kita hanyalah manusia biasa yang lemah dari khilaf dan dosa. Ambil lah hikmah dari setiap kejadian dan bijaksana dalam menyikapi persoalan. Jadikan masalah ini sebagai sarana membuat adik lebih kuat dan tangguh.
Salam
Dr. Muhammad Iqbal
Bagi rekan-rekan yang memiliki permasalahan dan ingin di jawab, bisa mengirimkan pertanyaan via DM Instagram : @muhammadiqbalphd atau email : iqbal.konsultanpsi@gmail.com
