Konten dari Pengguna

Semakin Dewasa, Semakin Kesepian

Muhammad Iqbal Maulana

Muhammad Iqbal Maulana

Kegiatan saya sekarang adalah melakukan perkuliahan aktif di universitas siliwangi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Iqbal Maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kesepian. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesepian. Foto: Shutter Stock

Kesepian yang terasa semakin dewasa bisa menjadi pengalaman yang kompleks dan berbeda bagi setiap orang. Saat seseorang memasuki fase kedewasaan, mereka sering dihadapkan pada perubahan besar dalam kehidupan mereka, seperti transisi dari lingkungan sosial yang terstruktur, seperti sekolah, ke dunia kerja yang mungkin lebih individualistik.

Dewasa sering kali berarti bertanggung jawab atas keputusan hidup sendiri. Meskipun memiliki lebih banyak kemandirian bisa menjadi suatu kelebihan, namun keadaan ini juga bisa meningkatkan rasa kesepian karena kurangnya waktu untuk interaksi sosial yang mendalam atau dekat dengan orang lain.

Selain itu, pada tahap dewasa, banyak orang terkadang menemukan bahwa koneksi sosial mereka mulai berkurang. Teman dari masa sekolah atau perguruan tinggi bisa pindah atau menjalani kehidupan yang berbeda, sementara terjebak dalam rutinitas pekerjaan atau kehidupan keluarga sendiri. Hal ini dapat meningkatkan perasaan kesepian.

Tantangan untuk membentuk hubungan yang mendalam juga bisa semakin sulit seiring bertambahnya usia. Orang dewasa memiliki kehidupan yang sibuk dan prioritas yang berbeda, seringkali membuat waktu yang mereka miliki untuk bersosialisasi menjadi terbatas.

Kesepian pada tahap dewasa juga bisa dipengaruhi oleh perubahan kehidupan yang besar, seperti kehilangan orang terkasih, perceraian, atau perubahan pekerjaan. Semua ini dapat memperdalam perasaan kesepian seseorang.

Namun, penting untuk diingat bahwa kesepian bukanlah keadaan yang permanen. Ada banyak cara untuk mengatasi kesepian, mulai dari mencari hobi atau kegiatan yang memungkinkan bertemu dengan orang baru, bergabung dengan komunitas yang memiliki minat yang sama, hingga mencari bantuan profesional seperti konseling atau terapi jika perasaan kesepian tersebut mengganggu kesejahteraan emosional seseorang.