Konten dari Pengguna

Pengambilan Keputusan yang Dialami Mahasiswa selama Perkuliahan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Iqbal Muttaqin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa mengalami stres atas tekanan akademik yang diberikan. (Sumber: Freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa mengalami stres atas tekanan akademik yang diberikan. (Sumber: Freepik)

Tekanan akademik merupakan hal yang sangat dikenal oleh mahasiswa dalam proses perkuliahan. Dorongan untuk menyelesaikan tugas, menghadapi ujian, dan mempertahankan prestasi menjadi bentuk tekanan yang dapat dihadapi oleh mahasiswa. Stres yang diakibatkan oleh dorongan tersebut dapat menghasilkan hasil yang berbeda pada tiap mahasiswa. Sebagian akan menanggap tuntutan tersebut secara aktif melalui peningkatan proses belajar, sebagian lainnya akan menanggap tekanan tersebut secara pasif dan menghindarinya melalui penundaan atau penghindaran sumber masalah.

Respons menghadapi dapat dilihat ketika mahasiswa melalui proses bertahap untuk menyelesaikan tantangan yang telah diberikan seperti peningkatan proses belajar. Sebaliknya, respons menghindari dapat terlihat ketika mahasiswa mengambil proses untuk menghindari tekanan seperti penundaan tugas. Dua perbedaan respons tersebut menampilkan bahwa meskipun tekanan yang dihadapi oleh mahasiswa cenderung sama, faktor-faktor tertentu akan menghasilkan respons yang berbeda-beda pada mahasiswa. Hal tersebut menjadi alasan atas penting agar mahasiswa menghindari kelalaian dan mampu menghadapi tekanan akademik dengan lebih terarah dan efektif.

1. Tekanan Akademik dan Munculnya Respons Melawan atau Menghindar pada Mahasiswa

Tekanan akademik berupa salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahan. Tingkat stres yang tinggi karena menumpuknya tekanan akademik akan menurunkan motivasi mahasiswa untuk mengembangkan diri mereka selama proses perkuliahan. Akibatnya, mereka akan mengalami penurunan motivasi yang akan menyebabkan penurunan kinerja perkuliahan atas prestasi akademik yang akan diraih oleh mahasiswa pada semester tersebut.

Tekanan akademik tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya tuntutan, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa dalam mengelola proses belajar dan menghadapi p tantangan. Mahasiswa yang mampu mengenali sumber tekanan serta mengatur dirinya dengan baik akan lebih siap menghadapi berbagai tekanan perkuliahan. Sebaliknya, ketidakmampuan mengelola stres dapat membuat tekanan terasa semakin berat. Membangun kebiasaan untuk menghadapi masalah secara positif akan menjadi langkah penting agar mahasiswa mampu menjalani perkuliahan dengan lebih efektif.

2. Peran Kepercayaan Diri & Regulasi Diri dalam Respons Melawan atau Menghindar

Setiap mahasiswa dapat memberikan respons yang berbeda meskipun menghadapi tekanan akademik yang serupa. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri. Mahasiswa yang percaya diri akan kemampuannya akan memandang tugas sebagai sesuatu yang dapat diselesaikan melalui usaha. Sebaliknya, mahasiswa yang kurang percaya diri akan meragukan kemampuannya dan menganggap tekanan sebagai beban yang sulit diatasi.

Tidak hanya rasa percaya diri, kemampuan mahasiswa untuk mengatur diri juga menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan akademik. Mahasiswa yang mampu mengelola waktu dan menjaga kedisiplinan akan lebih mudah fokus meskipun berada dalam situasi yang penuh dengan tekanan. Sebaliknya, kurangnya kemampuan mengatur diri sering kali membuat mahasiswa menunda pekerjaan, sehingga tekanan yang dirasakan justru semakin besar.

3. Upaya Meningkatkan Kesiapan Mahasiswa dalam Menghadapi Tekanan Akademik

Menghadapi tekanan akademik tidak hanya soal kemampuan mental mahasiswa, tetapi juga bagaimana mereka memilih cara untuk menghadapi setiap tantangan. Sebagian mahasiswa akan menghadapi dan menyelesaikan masalah secara langsung. Namun, adapun mahasiswa yang akan menunda pekerjaan, menghindari tugas, atau mengabaikan tekanan yang diberikan. Perbedaan masalah inilah yang sering menentukan apakah tekanan akademik dapat dikelola dengan baik atau justru semakin membebani mahasiswa.

Kemampuan mengatur diri mahasiswa sangat berperan penting. Mahasiswa yang mampu mengelola waktu, menetapkan prioritas, dan menjaga kedisiplinan akan lebih siap dalam menghadapi dorongan perkuliahan. Adapun pula dukungan dosen, teman sekitar, maupun lingkungan kampus saling membantu mahasiswa untuk merasa lebih percaya diri.

Pada akhirnya, kesiapan untuk menghadapi tekanan akademik merupakan kemampuan yang terus berkembang seiring proses belajar. Dengan memahami sumber tekanan serta membiasakan diri untuk menghadapi masalah secara langsung, mahasiswa dapat mengurangi kebiasaan untuk menghindar dan menunda-nunda. Sikap tersebut tidak hanya membantu dalam menyelesaikan tugas secara efektif, tetapi juga menjadi bekal persiapan diri kepada mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.