Konten dari Pengguna

Ketika Angka dan Marketing Bertemu: Cerita Magang Berdampak Mahasiswa UMY

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari muhammad kahfi maulana surya putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumentasi Pribadi/ Muhammad Kahfi maulana surya putra Mahasiswa Universitas muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Mahasiswa Manajemen UMY Magang Di PT Buharum Daya Perkasa dalam Program Magang Berdampak (MBKM)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi Pribadi/ Muhammad Kahfi maulana surya putra Mahasiswa Universitas muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Mahasiswa Manajemen UMY Magang Di PT Buharum Daya Perkasa dalam Program Magang Berdampak (MBKM)

Ada momen yang tidak pernah diajarkan secara gamblang di ruang kuliah: bagaimana rasanya ketika angka-angka di layar spreadsheet bukan lagi sekadar contoh soal, melainkan cerminan nyata dari denyut bisnis sebuah perusahaan. Momen itu saya alami ketika berkesempatan menjalani program magang di PT Buharum Daya Perkasa, tempat saya dipercaya mengisi dua peran yang jarang bertemu dalam satu meja kerja: Administrasi Penjualan dan Marketing Editor.

Sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), saya membawa bekal teori tentang manajemen operasional, pemasaran, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Namun teori itu baru benar-benar "hidup" ketika saya harus mempraktikkannya langsung, dengan tenggat waktu nyata dan konsekuensi nyata pula.

Dari Balik Layar: Ketika Data Penjualan Bercerita

Di meja Administrasi Penjualan, hari-hari saya diisi dengan merekapitulasi transaksi, mencocokkan nominal, dan menyusun laporan penjualan Bulanan. Pada pandangan pertama, pekerjaan ini terlihat repetitif memasukkan angka, memeriksa ulang, lalu memasukkan lagi. Tetapi semakin dalam saya menyelami rutinitas ini, semakin saya sadar bahwa di balik setiap baris data tersembunyi cerita yang jauh lebih besar.

Sumber: Dokumentasi Pribadi/ Muhammad Kahfi maulana surya putra, Mahasiswa Universitas muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Program Studi Manajemen

Satu kesalahan input, sekecil apa pun, bisa membuat manajemen salah membaca tren pasar. Satu keterlambatan laporan bisa menunda keputusan strategis yang seharusnya diambil hari itu juga. Dari sanalah saya belajar bahwa akurasi bukan sekadar soal ketelitian administratif, melainkan tanggung jawab terhadap keputusan bisnis yang akan diambil orang lain.

Saya mulai memperhatikan pola: produk mana yang permintaannya naik menjelang akhir bulan, tim mana yang konsisten mendekati target, dan periode mana yang biasanya melambat. Data yang tadinya terasa kering perlahan menjadi semacam "denyut nadi" yang bisa saya baca sesuatu yang tidak pernah benar-benar saya pahami hanya lewat studi kasus di kelas.

Dari Depan Layar: Merangkai Wajah Perusahaan

Jika di administrasi penjualan saya bekerja dengan logika dan ketelitian, di peran Marketing Editor saya ditantang untuk berpikir dengan cara yang sama sekali berbeda: bagaimana menerjemahkan identitas dan nilai perusahaan menjadi sesuatu yang bisa dilihat, dirasakan, dan dipercaya oleh calon mitra.

Tugas menyusun company profile PT Buharum Daya Perkasa bukan sekadar menata teks dan gambar agar terlihat rapi. Saya harus lebih dulu memahami siapa sebenarnya perusahaan ini apa yang membedakannya dari kompetitor, layanan apa yang menjadi kekuatan utamanya, dan bagaimana visi-misinya bisa dirangkai menjadi narasi yang meyakinkan, bukan sekadar daftar poin formal.

Sumber: Dokumentasi Pribadi/ Muhammad Kahfi Maulana Surya Putra, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Program Studi Manajemen

Proses ini mengajarkan saya bahwa branding yang kuat lahir dari kejujuran terhadap identitas perusahaan itu sendiri, bukan sekadar polesan visual. Setiap pilihan warna, tata letak, hingga pemilihan kalimat pembuka harus mempertimbangkan satu pertanyaan sederhana namun krusial: apakah ini akan membuat calon mitra percaya dan tertarik untuk melangkah lebih jauh?

Di sinilah saya benar-benar memahami bahwa pemasaran bukan hanya soal promosi, melainkan soal membangun kepercayaan lewat komunikasi visual yang strategis.

Dua Peran, Satu Pelajaran Besar

Menjalani dua peran yang bertolak belakang secara bersamaan satu menuntut ketelitian angka, satu menuntut kepekaan naratif dan visual memberi saya pemahaman yang mungkin tidak akan saya dapatkan jika hanya fokus pada satu bidang saja. Saya belajar bahwa keputusan bisnis yang baik selalu lahir dari dua sisi: data yang akurat di belakang layar, dan komunikasi yang meyakinkan di depan layar.

Pengalaman magang di PT Buharum Daya Perkasa ini menjadi pengingat bahwa dunia kerja tidak sesederhana teori di buku teks. Ia menuntut adaptasi, ketelitian, kreativitas, sekaligus kepekaan membaca situasi kombinasi yang menurut saya menjadi bekal penting bagi siapa pun yang ingin menapaki jenjang karier manajerial di masa depan.