2 Bulan Kenal, Pembuat Video Porno ‘A Day in My Life’ di Bogor Raup Rp 19 Juta

Dua pria berinisial MR (27) dan MA (23) meraup sekitar Rp 19 juta dari penjualan akses video asusila yang mereka produksi. Polisi menyebut keduanya baru saling mengenal sekitar dua bulan.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan, MR dan MA mulai membuat video sejak Juli 2026. Konten itu kemudian dijual melalui platform media sosial dengan tarif Rp 150 ribu untuk setiap akses.
“Dan sampai dengan saat diamankannya, itu kurang lebih sudah terkumpul berdasarkan data yang berhasil diperoleh oleh penyidik kurang lebihnya Rp 19 juta,” kata Anggi kepada wartawan, Selasa (22/9).
Polisi menyebut sekitar 20 video telah dibuat oleh keduanya. Rekaman dilakukan di sejumlah lokasi di Bogor, Jakarta, dan Depok.
“Setelah dilakukan pendalaman satu dari 20 video yang sudah mereka berdua buat. Dan mereka sudah melakukan aktivitas perekaman ataupun produksi itu sejak bulan Juli 2026,” tambahnya
Anggi mengatakan, keduanya sebelumnya pernah bekerja sebagai karyawan swasta. Namun, beberapa bulan terakhir mereka menganggur.
“Motif untuk terkait pembuatan video itu adalah motif ekonomi. Mereka diperjualbelikan kontennya tersebut,” ujarnya.
Keduanya disebut berkenalan melalui media sosial. Setelah itu, mereka bertemu dan mulai membuat video tersebut.
“Kalau mereka baru kenal di 2 bulan itu. Sejak awal mereka membuat itu di bulan Juli, itulah awal perkenalan mereka yang berdasarkan keterangan yang berhasil diperoleh itu mereka mengenal satu sama lain di sosial media. Kemudian janjian, ketemu, sampai pada akhirnya melakukan perbuatan kesusilaan yang menyimpang tersebut,” katanya.
Saat ini MR dan MA telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di lapas.
