2 Mahasiswa di Makassar Diserang Geng Motor, 1 Orang Tewas Bersimbah Darah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi geng motor. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi geng motor. Foto: kumparan

Dua orang mahasiswa menjadi korban kebrutalan kelompok geng motor di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (4/10) dini hari. Satu orang di antaranya tewas, sementara satu lainnya terluka.

Mahasiswa yang terluka adalah Muh Farel (17). Dia mengalami luka robek di kepala dan punggung dan kini dirawat di RS dr. Tajuddin Khalid.

Sementara mahasiswa yang tewas yakni M Akmar Makmur (24). Dia mengalami luka terbuka pada kepala akibat ditebas senjata tajam dan terdapat anak panah tertancap pada kepala.

"Ada dua orang korban. Satu meninggal dunia di lokasi dan satunya sementara dirawat intensif di rumah sakit karena luka cukup serius di kepala," kata Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar, kepada kumparan.

Peristiwa ini berawal saat kedua korban sedang nongkrong bersama dengan teman-temannya di Jalan Dg Ramang, Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Tiba-tiba mereka didatangi sekelompok geng motor, diperkirakan sebanyak 12 motor dengan membawa senjata tajam dan anak panah busur.

"Kelompok geng motor ini menyerang korban yang sedang duduk-duduk," ungkapnya.

Tidak terima diserang, para korban melakukan perlawanan. Mereka bahkan mengejar belasan motor tersebut yang kabur ke arah Kabupaten Maros.

Tapi setibanya di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, dekat perlimaan bandara, terjadi insiden kecelakaan lalu lintas. Korban saling tabrak. Dan kejadian itu dimanfaatkan kelompok geng motor dengan menyerang para korban.

"Karena para korban ini kecelakaan. Geng motor yang diburu itu, putar balik menyerang korban yang jatuh dari motor. Korban dihantam parang dan dipanah," bebernya.

Farel dan Akmar yang tidak sempat kabur untuk menyelamatkan diri, luka-luka diserang pelaku. Mereka ditemukan bersimbah darah diduga kuat dihantam senjata tajam. Bahkan, Akmar tewas di tempat, sedangkan Farel harus mendapatkan perawatan intensif.

"Kasus ini masih kami selidiki untuk memburu dan menangkap para pelaku," tandasnya.