2 Remaja di Surabaya Dikeroyok Gangster, Punggung dan Bibir Dibacok

Dua remaja menjadi korban pengeroyokan oleh gangster di kawasan Jalan Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu (8/11) dini hari. Keduanya mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam.
Dua remaja yang menjadi korban yakni pria berinisial HF (16), warga Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, dan SS (17), warga Kelurahan Sawahan, Kecamatan Sawahan.
"Terindikasi korban pengeroyokan oleh beberapa gerombolan yang menggunakan kendaraan roda dua," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto saat dikonfirmasi, Minggu (8/11).
Irvan mengatakan, kejadian berawal saat rombongan pemuda bermotor melintas di area Jalan Jagir sekitar pukul 00.20 WIB. Di lokasi tersebut, petugas Command Center 112 tengah menangani insiden kecelakaan lalu lintas. Rombongan gangster itu sempat memprovokasi para petugas di lapangan.
Petugas sempat melakukan langkah pencegahan hingga kelompok tersebut membubarkan diri dari lokasi Jalan Jagir.
Namun, tidak berselang lama atau sekitar pukul 00.37 WIB, petugas kembali menerima laporan mengenai kasus penganiayaan di Jalan Bung Tomo, tepatnya setelah perlintasan kereta api.
Setibanya di lokasi, kedua korban ditemukan duduk di pinggir jalan dalam kondisi sadar namun bersimbah darah. HF mengalami luka sobek pada bibir serta memar di bagian dahi, sedangkan SS menderita luka sobek di bagian punggung.
"Korban 2 orang yang mengalami luka sobek di bibir dan punggung yang terindikasi menjadi korban pengeroyokan oleh gerombolan yang di duga masih berkaitan dengan rombongan yang melintas di Jalan Jagir sebelumnya," jelasnya.
Selanjutnya, sekitar pukul 01.00 WIB, kedua korban dibawa ke RS. Bhayangkara untuk melaksanakan visum dan penyelidikan lebih lanjut.
"Kedua korban mendapat penanganan awal oleh TGC Pusat dan Posko Pusat. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan unit patroli kepolisian untuk visum dan proses penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu Jodi Satya Pradana, membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan tersebut. Saat ini, polisi masih mendalami lebih lanjut insiden itu.
"Betul ada pengeroyokan, untuk pembacokannya kita masih dalami. Untuk tindak lanjut sekarang kami masih penyelidikan cek CCTV," ujar Jodi.
