2 Tahun Prabowo-Gibran, PKS Nilai Banyak Pencapaian tapi Ada Catatan Perbaikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran di HUT Ke-81 TNI di Cilangkap, Senin 5/10/2026 Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran di HUT Ke-81 TNI di Cilangkap, Senin 5/10/2026 Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menghasilkan sejumlah pencapaian selama dua tahun terakhir.

“Tentu kami dari Partai Keadilan Sejahtera sebagai mitra koalisi, kami melihat bahwa banyak pencapaian-pencapaian yang dihasilkan oleh pemerintahan ini, tapi juga beberapa masih menjadi pekerjaan rumah dan saya yakin itu juga disadari,” kata Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid kepada wartawan jelang Bimteknas di kawasan Jakarta Barat, Senin (19/10).

Menurut Kholid, pemerintah telah menunjukkan progres dan perbaikan. Meski demikian, ia menilai sejumlah catatan perlu menjadi perhatian untuk meningkatkan pelaksanaan program-program pemerintah.

Salah satu yang disoroti ialah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kholid menilai program tersebut memiliki tujuan yang baik, yakni memberikan asupan gizi yang memadai bagi anak-anak. Namun, pelaksanaannya masih perlu diperbaiki, terutama terkait kasus keracunan dan potensi korupsi dalam pengadaan.

“Kita melihat bahwa MBG ini niat Presiden Prabowo sangat mulia untuk memberikan asupan gizi yang baik untuk anak-anak didik kita. Namun dalam eksekusinya, kita melihat harus kita akui ada berbagai macam catatannya,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan MBG ke depan dapat mencapai nol kasus keracunan maupun korupsi. Menurutnya, perbaikan tata kelola diperlukan agar program tersebut berjalan lebih baik.

“Maka harusnya ke depan zero case keracunan itu. Zero case terjadinya keracunan,” kata Kholid.

Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid saat konferensi pers jelang pelaksanaan Bimteknas di kawasan Jakarta Barat, Senin (19/10/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Kemudian terjadinya korupsi dalam proses pengadaan dan sebagainya. Maka ke depan harus zero case terjadinya korupsi,” imbuhnya.

Kholid juga mendorong agar pelaksanaan program-program dalam Asta Cita Prabowo diperbaiki, baik dari sisi ketepatan sasaran penerima maupun tata kelolanya.

“Karena itu, kami mendorong program Asta Cita itu dibuat diperbaiki lebih baik lagi sehingga tepat sasaran penerimanya, governance secara tata kelolanya harus lebih bagus lagi dan zero case terkait korban keracunan,” tuturnya.

Selain MBG, Kholid menyoroti pengelolaan lingkungan hidup, khususnya perlindungan hutan. Ia meminta Kementerian Kehutanan meningkatkan kualitas pengelolaan hutan, sementara Kementerian Lingkungan Hidup juga perlu lebih cermat dalam melindungi lingkungan.

“Bagaimana Kementerian Kehutanan seharusnya juga harus lebih jeli lagi, lebih baik lagi dalam mengelola hutan,” ujarnya.

Ia juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup lebih jeli dalam menjalankan upaya perlindungan hutan dan lingkungan hidup.

Meski memberikan sejumlah catatan, Kholid menegaskan PKS sebagai mitra koalisi berkepentingan agar pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan sukses. Menurutnya, keberhasilan pemerintah juga berkaitan dengan harapan masyarakat.

“Kami melihat sebagai mitra koalisi kami berkepentingan bahwa pemerintahan Pak Prabowo berjalan sukses. Suksesnya pemerintahan ini juga kebahagiaan yang dicita-citakan yang diinginkan oleh masyarakat juga,” ujarnya.

Dorong Potensi Ekonomi Syariah

Di sisi lain, Kholid mendorong pemerintah memaksimalkan potensi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor tersebut, mulai dari zakat, wakaf, keuangan syariah hingga industri halal.

Ia membandingkan potensi Indonesia dengan Malaysia yang dinilainya mampu menjadi salah satu negara terdepan dalam ekonomi syariah.

“Masa Malaysia yang bukan negara muslim terbesar di dunia itu bisa menjadi nomor satu ekonomi Islam, ekonomi syariahnya? Indonesia yang jauh lebih besar harusnya potensinya jauh lebih besar,” kata Kholid.

Menurutnya, inovasi di bidang ekonomi dan keuangan syariah perlu diterapkan di tingkat pusat maupun daerah. PKS juga mendorong para kepala daerah dari partainya mengusulkan program-program inovatif untuk mengembangkan sektor tersebut.

Kholid mencontohkan upaya di Sumatera Barat yang mulai mengembangkan program terkait pasar di daerahnya. Ia berharap pendekatan berbasis proyek dan program inovatif dapat menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan potensi ekonomi syariah.

Selain ekonomi syariah, Kholid juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang melayani dan kebijakan publik yang inovatif. Hal tersebut menjadi tema Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) DPP PKS yang diikuti sekitar 1.600 pejabat publik dari tingkat pusat hingga daerah.

Ia mendorong para pejabat publik PKS, baik di legislatif maupun eksekutif, untuk turun langsung ke masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, dan menghasilkan kebijakan yang tidak sekadar mengulang pola lama.

“Kita ingin mendorong agar ada proses kebijakan publik, produk kebijakan publik yang dilakukan secara inovatif. Kita tidak re-inventing the wheel, ya, begitu-begitu saja, business as usual, tidak mau kayak gitu. Kita ingin melakukan kebijakan yang inovatif,” ujarnya.

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Pada Selasa (20/10), pemerintahan keduanya genap memasuki dua tahun masa jabatan.