26 Santri di Ponpes Tebuireng Terindikasi TB, Menkes: Tak Apa-apa, Kita Obati

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana santri mengikuti pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TB) di SMA A. Wahid Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana santri mengikuti pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TB) di SMA A. Wahid Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Sebanyak 26 siswa di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, terindikasi Tuberkulosis (TB) setelah menjalani skrining dengan rontgen dada.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan temuan kasus TB justru menjadi hal positif karena penyakit tersebut dapat langsung diobati.

“Tadi udah dicek, udah ketemu 26. Kalau ketemu nggak apa-apa. Ya, justru dengan ketemu bisa diobatin. Dan kalau udah diobatin sebulan jadi berhenti penularannya,” kata Budi dalam agenda pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TB) di SMA A. Wahid Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8).

Budi mengatakan, pasien TB tidak perlu dijauhi karena pengobatan tersedia.

“Jadi banyak orang yang bilang kalau ada TBC, ‘Wah kelihatan jelek’. Enggak, justru kalau ketemu TBC itu bagus. Karena bisa diobatin dan tidak menular,” terang Budi.

Menkes Budi Gunadi Sadikin, bersama Hj. Lelly Lailiyah, dan Kadinkes Kabupaten Jombang, Hexawan Tjahja Widada, saat meninjau pelaksanaan skrining Tuberkulosis dengan rontgen dada dan Cek Kesehatan Gratis di Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Sementara itu, istri Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Lelly Lailiyah, menyebut 26 siswa tersebut memiliki indikasi TB.

“Kebetulan tadi sudah ditemukan 26 siswa yang ada indikasi TBC,” kata Lelly.

Lelly mengatakan, santri yang terindikasi TB akan mendapatkan pengobatan secara gratis.

“Nah untuk semua santri-santri Tebuireng tidak perlu takut ketularan. Tapi memang ada caranya untuk supaya teman-teman kalian yang terindikasi itu diberikan obat langsung selama kurang lebih 1 bulan sampai dengan 3 bulan. Gratis. Nah yang gratis ini yang paling asli,” jelasnya.

Selaras dengan Budi, Lelly juga meminta para santri tidak mengisolasi atau menjauhi teman yang terindikasi TB. Dia menyarankan santri lainnya menggunakan masker.

“Jadi tidak boleh teman-temannya itu diisolasi atau dijauhi. Tetapi sama-sama cuma teman-temannya nanti pakai masker. Ya nanti teman-temannya pakai masker. Jadi itu harap dimaklumi,” kata Lelly.