5 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat usai 4 Hari Mengapung di Laut

Lima orang korban KM Nurul Salsa, kapal yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka bertahan setelah mengapung di laut selama empat hari.
Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar. Ia mengatakan, ke lima orang warga yang pastikan selamat sementara dijemput oleh KN SAR Kamajaya.
Mereka adalah, Sitti Amang (perempuan, 55 tahun), Andi Samad (pria, 62 tahun), Asseng (perempuan, 23 tahun), Diska (perempuan, 7 tahun) dan Sri Ardita (perempuan, 17 tahun).
"Iya benar, terdapat lima orang penumpang KM Nurul Salsa ditemukan selamat," kata Arif saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (18/7) malam.
Ia menjelaskan, kelima korban ditemukan oleh kapal nelayan, KMN Sinar Matoanging 04 di area sekitar Pulau Matallang, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Saat ditemukan, para korban mengapung di laut dan bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong (rumah ikan) milik nelayan sekitar. Mereka kemudian dievakuasi naik ke kapal asal Kabupaten Bulukumba tersebut.
"Jadi, para korban terapung di laut kurang lebih selama empat hari. Karena tadi baru ditemukan sama nelayan yang lewat," bebernya.
Penemuan kelima korban dengan selamat ini, kata Arif merupakan semangat baru bagi tim SAR gabungan yang melakukan pencarian. Arif berharap, masih ada korban lainnya yang dapat ditemukan dengan selamat.
"Penemuan ini menjadi penyemangat bagi seluruh unsur SAR gabungan yang masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban lainnya. Kami berharap masih ada korban lain yang dapat ditemukan dalam kondisi selamat," harapnya.
Basarnas Makassar memastikan proses evakuasi akan dilakukan sesuai prosedur, kemudian para korban akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi pencarian terhadap korban KM Nurul Salsa masih terus dilanjutkan dengan mengerahkan seluruh potensi SAR gabungan melalui penyisiran laut dan pemantauan area-area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban berdasarkan analisis arus dan kondisi cuaca.
Berdasarkan data Basarnas Makassar, KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya tenggelam. Kapal tersebut membawa 78 orang penumpang.
