AS Serang Iran Lagi, Target Peluncur Roket di Dekat Selat Hormuz

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal Gamsunoro milik Pertamina International Shipping dan posisi terakhirnya berdasarkan data AIS. Foto: Dok. Pertamina International Shipping
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Gamsunoro milik Pertamina International Shipping dan posisi terakhirnya berdasarkan data AIS. Foto: Dok. Pertamina International Shipping

Amerika Serikat (AS) menyatakan telah melancarkan serangan udara terhadap peluncur roket Iran di sebuah pulau kecil di Selat Hormuz. Ini merupakan serangan pertama mereka terhadap Iran sejak serangan terakhir pada Juli lalu.

"Hari ini, pasukan AS menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak. Pasukan Garda Revolusi Islam terpantau sedang bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke arah Selat Hormuz," ujar Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins dalam pesan kepada AFP.

Belum diketahui dampak dari serangan tersebut. Termasuk ada atau tidaknya korban jiwa.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump, sambil terkekeh, mengatakan bahwa setelah mengalahkan Iran dengan telak, ia akan mendeklarasikan kawasan itu sebagai teritorial AS. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara di Akademi Kepolisian Negara Bagian New York, pada Jumat (15/8).

Komentar itu lalu disebut sebagai candaan semata, oleh seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya. Ia mengatakan, itu adalah candaan Trump kepada reporter Wall Street Journal.

Wakil Perdana Menteri Iran, Kazem Gharibabadi, kemudian merespons pernyataan Trump.

"Selat Hormuz dari dulu sampai sekarang adalah milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini akan dibuka, atau ditutup berdasar komando Iran," kata Gharibabadi, lewat akun X nya, dilansir AFP, Sabtu (15/8).