Bang Jek Dimakamkan di Jakbar, Bunga Penuhi Pusara Relawan Gempa NTT Itu

Tidak ada kerumunan pelayat di makam Ahmad Zaki Ali (42) atau Bang Jek saat jarum jam menunjukkan pukul 11.02 WIB, pada Minggu (23/8). Hanya suasana tenang yang menyelimuti TPU Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, tempat relawan kemanusiaan yang meninggal saat bertugas membantu korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dimakamkan.
Makam Bang Jek berada di Blok 5 TPU Sukabumi Selatan. Makam tersebut tampak telah dirapikan dan dipenuhi bunga.
Sebuah tenda hitam milik Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat menaungi makamnya dari terik matahari.
Tidak tampak karangan bunga di sekitar makam pun tidak pula terlihat pelayat yang datang pada Minggu pagi. Hanya hijaunya pepohonan dan suasana TPU yang asri mengiringi peristirahatan terakhir Bang Jek.
Pemakaman Bang Jek sendiri telah berlangsung pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 20.00 WIB.
Sehari sebelumnya, ia masih berada ribuan kilometer dari Jakarta, menjalankan tugas kemanusiaan di tengah situasi bencana gempa NTT.
Bang Jek meninggal dunia pada Jumat (21/8) sekitar pukul 16.40 WITA saat sedang menjalankan misi mendistribusikan bantuan bagi warga terdampak gempa di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Saat itu, ia bersama tiga rekannya berangkat dari Posko Relawan Gerak Bareng di Reo menuju lokasi menggunakan mobil.
Dalam perjalanan, kondisi Bang Jek tiba-tiba menurun. Ia sempat menghentikan kendaraan dan meminta rekannya melepaskan helm serta jaket yang dikenakannya.
Tak lama kemudian, Bang Jek tidak sadarkan diri. Rekan-rekannya membawa dia ke posko medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan, tetapi nyawanya tidak tertolong akibat kelelahan yang ia alami.
Ia merupakan pendiri Yayasan Gerak Bareng, lembaga yang bergerak dalam kegiatan sosial kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kini, ribuan kilometer dari lokasi tempat ia menghabiskan hari-hari terakhirnya membantu korban gempa, Bang Jek telah kembali ke Jakarta. Di Blok 5 TPU Sukabumi Selatan, bunga-bunga menjadi tanda terakhir yang tersisa dari kepergiannya.
