Basarnas Cek Anak Krakatau Pakai Heli, Cari 5 Wartawan yang Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Basarnas terjunkan satu unit helikopter untuk membantu proses pencarian 5 jurnalis, 1 tour guide dan 2 ABK yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Basarnas terjunkan satu unit helikopter untuk membantu proses pencarian 5 jurnalis, 1 tour guide dan 2 ABK yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Foto: Dok. Istimewa

Basarnas menerjunkan satu unit helikopter untuk membantu proses pencarian lima wartawan, satu tour guide, satu kapten kapal dan satu anak buah kapal, yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, helikopter sempat memasuki area Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda di hari ketiga atau Kamis (10/9). Namun, kondisi cuaca yang kurang baik membuat pengamatan jalur udara berjalan tidak maksimal.

"Kalau kita lihat judulnya asap, tapi asap ini masih memungkinkan adanya karena asap kebakaran atau misalkan abu vulkanik, khusus yang ada di ketinggian 1.500 ke bawah," kata Syafii di posko pencarian di Dermaga Marina, Carita, Pandeglang, Kamis (10/9).

Syafii mengaku turut serta dalam proses pemantauan para korban melalui jalur udara, namun belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan para korban yang dinyatakan hilang sejak Senin (7/9) lalu.

"Kalau saya pribadi dengan pesawat tadi memang belum melihat (para korban). Tapi hasil operasi hari ini tentunya dari laporan enam sektor yang ada di lapangan, dan itu nanti akan dilaporkan ke posko gabungan," ujarnya.

Basarnas terjunkan satu unit helikopter untuk membantu proses pencarian 5 jurnalis, 1 tour guide dan 2 ABK yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Foto: Dok. Istimewa

Selain itu, diungkapkan Syafii, sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi pencarian di hari ketiga, terdiri dari kapal perang TNI AL, kapal milik Polairud, kapal milik Basarnas dan kapal dari tim SAR lain dengan melibatkan 300 personel.

Bahkan lanjut Syafii, area pencarian para korban turut diperluas menjadi 6 sektor di wilayah Pulau Sertung, Gunung Anak Krakatau, Krakatau Besar, Krakatau Kecil, Pulau Sebesi hingga Pulau Panaitan.

"Karena itu, saya yakinkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus untuk berupaya segera menemukan korban dan bisa kita evakuasi dalam kondisi selamat," kata Syafii.

Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 19.20 WIB, belum ada kabar atau titik terang keberadaan para korban hilang usai bertolak menuju Gunung Anak Krakatau dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.