Basarnas Lampung Ikut Cari 5 Wartawan yang Hilang saat Liput Anak Krakatau

Basarnas Lampung ikut mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk mencari delapan orang yang hilang kontak setelah menaiki speed boat di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten. Lima di antaranya adalah wartawan.
Dua RIB tersebut diberangkatkan pada Rabu (9/9) pukul 07.00 WIB. RIB 02 membawa tujuh personel, sedangkan RIB 03 membawa 10 personel. Keduanya langsung menuju area pencarian yang telah ditentukan dalam operasi SAR hari kedua.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah mengatakan timnya akan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan selama proses pencarian.
“Kami mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda. Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan. Kami berharap upaya pencarian ini dapat segera menemukan kedelapan korban,” ujar Deden dalam keterabgannya, Rabu (9/9)
Delapan orang yang dicari terdiri dari kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), guide Heriyanto (49), serta lima jurnalis. Lima jurnalis itu yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal, jurnalis freelance.
Permintaan dukungan dari Basarnas Banten diterima Basarnas Lampung pada Rabu sekitar pukul 00.33 WIB melalui Rencana Operasi SAR (Renops) H.2.
Dalam pencarian ini, tim gabungan dari Lampung turut melibatkan Pos SAR Bakauheni, kru KN SAR Basudewa, Lanal Lampung, Polairud, Mabes Polairud, Ditpolairud Polda Lampung, Kesbangpol Lampung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BPBD Lampung, hingga ITERA.
Selain dua RIB, operasi juga didukung KRI Lepu dan sejumlah peralatan SAR lainnya. Hingga Rabu (9/9), delapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian.
