BMKG: Hujan Jabodetabek 18-19 September Diperkuat OMC

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi jas hujan ponco. Foto: Bubbers BB/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jas hujan ponco. Foto: Bubbers BB/Shutterstock

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada 18-19 September 2026, terjadi karena adanya potensi pertumbuhan awan hujan secara alami yang kemudian diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, hujan tersebut sudah diprediksi sebelumnya meski sejumlah wilayah Jabodetabek masih berada dalam periode musim kemarau.

“Untuk hujan, kami mencatat ya memang di Jabodetabek pada periode tanggal 18 hingga 19 September terjadi hujan. Memang ini kita sudah prediksi sebelumnya bahwa walaupun saat ini di wilayah beberapa yang tadi disampaikan masih musim kemarau, namun dinamika atmosfer sesekali aktif dan dapat tadi menyebabkan hujan secara lokal,” kata Andri dalam konferensi pers Prediksi Musim Hujan 2026/2027 di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta Pusat, Selasa (22/9).

Andri menerangkan, BMKG melihat adanya peluang pertumbuhan awan hujan yang cukup baik pada periode tersebut. Kondisi itu lah yang menjadi dasar pelaksanaan OMC untuk meningkatkan intensitas dan memperluas cakupan hujan.

“Khusus di Jabodetabek, kami melihat bahwa ada peluang pertumbuhan awan hujan yang cukup baik di beberapa hari yang lalu dan juga hingga sepekan ke depan, maka juga untuk meningkatkan intensitas dan luasan dilakukan OMC,” terang Andri.

“Jadi, yang hujan yang kemarin adalah ada peluang lalu juga dikuatkan oleh OMC, sehingga intensitasnya meningkat dan juga skalanya lebih meluas,” tambahnya.

Hujan tersebut, kata Andri, juga memberikan manfaat di tengah kondisi musim kemarau, seperti menambah daya tampung air dan membilas partikel polusi.

“Dan ini juga alhamdulillah dapat tadi di tengah-tengah musim kemarau paling tidak untuk tadi menambah daya tampung air dan juga tentu juga dapat membilas partikel dari polusi,” paparnya.

Andri juga memastikan, hujan yang diperkuat melalui OMC tidak berbahaya bagi masyarakat. Menurutnya, bahan yang digunakan dalam operasi tersebut bersifat food grade.

“Kami jelaskan atau kami sampaikan hujan dari OMC tidak berbahaya sama sekali karena juga menggunakan adalah bahan yang food grade, jadi natural. Jadi tidak ada sedikit pun efek samping dari hujan yang terjadi,” jelasnya.