BNPB: Gempa Susulan Usai 7,7 M di NTT Capai 731 Kali, Terbesar 6,2 M

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 731 kali gempa susulan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang pada Sabtu (15/8). Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2 M.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, data tersebut merupakan informasi dari BMKG hingga Minggu (16/8) pukul 08.13 WITA.
“Jadi dari Kepala BMKG mengatakan total gempa bumi sampai pukul 08.13 menit tadi 731 kali gempa. Dari 731 kali gempa itu yang gempa susulan yang terbesar 6,2 magnitudo dan itu sudah berlalu. Kemudian sampai dengan hari ini, hari kedua tidak ada gempa yang sifatnya besar magnitudonya atau menimbulkan kerusakan yang parah, tidak ada lagi,” kata Suharyanto saat rapat koordinasi gempa NTT di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8).
Menurut Suharyanto, kondisi kegempaan di NTT diperkirakan akan berangsur stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Namun, ia menyebut gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil masih dapat terjadi.
“Meskipun dari Kepala BMKG mengatakan kondisi ini akan stabil setelah 2-3 minggu ke depan. Tetapi pengalaman terjadinya gempa-gempa di manapun setelah ada gempa susulan yang besar selanjutnya biasanya kecil-kecil kecil terus,” ujarnya.
Suharyanto meminta masyarakat tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait potensi gempa besar susulan.
“Nah ini juga mungkin perlu disampaikan ke masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu yang tidak bertanggung jawab, hoaks yang seolah-olah menyatakan ini nanti ada gempa besar lagi yang setelah 7,7,” jelasnya
Sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut memicu tsunami dengan ketinggian maksimum 0,94 meter di sejumlah wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Hingga Minggu (16/8) pukul 09.00, Basarnas mencatat 51 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka-luka.
