Cerita Awal Mula Relawan Bang Jek Berangkat ke NTT: Pakai Ongkos Pribadi

Ahmad Zaki Ali (42) atau dikenal Bang Jek ternyata sudah mulai menyiapkan transisi kepemimpinan Yayasan Gerak Bareng sekitar dua bulan sebelum meninggal dunia. Ia wafat saat membantu para korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kakak kandung Bang Jek, Wilda Farah atau Fera, mengatakan adiknya saat itu tengah menyerahkan pengelolaan yayasan kepada manajemen agar tidak lagi bergantung pada dirinya.
“Jadi Bang Zaki ini sekitar hampir dua bulan belakangan ini, sedang proses untuk menyerahkan kepemimpinan, gerak bareng gitu kepada manajemen yang lebih established,” kata Fera saat ditemui di kantor Gerak Bareng, Jakarta, Minggu (23/8).
Ke NTT Pakai Uang Pribadi
Bang Jek merupakan relawan yang kerap terjun langsung ke lokasi bencana untuk membantu. Di tengah proses transisi itu, ternyata ada gempa di NTT.
Karena proses transisi tengah berlangsung, Bang Jek harus merogoh kocek pribadinya untuk berangkat, tidak pakai uang yayasan.
“Nah maka pas waktu respons NTT ini, sebenarnya keharusan Bang Zaki untuk berangkat itu sebenarnya sudah bukan lagi prioritas gitu, makanya beliau itu beli tiket pesawatnya itu dengan biaya sendiri, bukan dengan biaya Gerak Bareng,” cerita Fera.
Fera mengatakan keputusan Bang Jek untuk berangkat ke NTT muncul secara spontan setelah mengetahui adanya bencana. Ia bahkan langsung mencari tiket pada pagi hari setelah bangun tidur.
“Dan memang terpanggil pada saat itu bangun subuh itu langsung nge-update kan, nge-update ada kejadian gitu, terus di pagi itu juga itu langsung nyari tiket,” ujarnya.
Menurut Fera, keputusan tersebut berbeda dari pola respons Gerak Bareng yang biasanya dilakukan melalui koordinasi terlebih dahulu. Bang Jek pada akhirnya tetap berupaya mencari penerbangan untuk menuju NTT.
“Jadi di awal itu juga kata istrinya itu langsung nyari-nyari tiket, dan enggak dapet waktu itu,” kata Fera.
Setibanya di NTT, Bang Jek tidak hanya membawa misi Gerak Bareng. Fera mengatakan Bang Jek juga berkolaborasi dengan sejumlah lembaga dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Di tengah proses distribusi bantuan tersebut pula, Bang Jek wafat saat menjalankan pengabdiannya pada Jumat (21/8).
“Makanya pas kemarin kejadian itu kan, dia sebenarnya lagi men-deliver bantuan tuh kan bukan cuma dari gerak bareng, tapi kan ada dari Basarnas, ada juga dari BNPB,” ucapnya.
Jenazah Bang Jek dipulangkan ke Jakarta lalu dimakamkan di TPU Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, pada Sabtu (22/8) malam.
