Gencatan Senjata di Kherson Segera Berakhir, Rusia Disebut Tolak Perpanjang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah tentara Ukraina beristirahat di sebuah jalan di wilayah Kherson, Ukraina, Jumat (9/12/2022). Foto: Anna Voitenko/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah tentara Ukraina beristirahat di sebuah jalan di wilayah Kherson, Ukraina, Jumat (9/12/2022). Foto: Anna Voitenko/Reuters

Gencatan senjata dalam perang Ukraina dengan Rusia, yang terbatas di wilayah Kherson bagian timur, akan berakhir di penghujung hari Minggu (1/11) waktu setempat.

Seorang pejabat senior Kiev menyatakan bahwa Rusia telah menolak tawaran untuk memperpanjang masa gencatan senjata tersebut.

Jeda pertempuran yang jarang terjadi yang diinisiasi oleh Ibu Negara AS Melania Trump dan dimulai pada Selasa pagi itu memungkinkan dilaksanakannya misi kemanusiaan ke kota Oleshky yang diduduki Rusia, di tengah perang yang kini memasuki tahun kelima.

Tidak ada pihak yang melaporkan adanya pelanggaran sejak gencatan senjata dimulai. Seorang anggota parlemen Ukraina menyebut situasi ini sebagai "de-eskalasi terbesar sejak 2022".

Seorang pejabat Ukraina mengatakan kepada AFP bahwa kementerian luar negeri Kiev telah menawarkan perpanjangan, namun menyebut pihak Rusia tidak menginginkannya.

Gencatan Senjata Dirasa Seperti Angin Segar

Konflik yang dipicu oleh invasi skala penuh Rusia pada tahun 2022 ini telah menghancurkan sebagian wilayah Ukraina timur dan selatan, menewaskan ratusan ribu tentara serta warga sipil, dan memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka.

Salah satu penduduk Kherson menyebut gencatan senjata ini sebagai angin segar.

"Kami harus memanfaatkan waktu ini untuk menyelesaikan berbagai hal," ujar Volodymyr Omeltchenko, seorang tukang kebun berusia 38 tahun.

"Kami sedang memangkas semak mawar untuk persiapan musim dingin," sambungnya.

Paus Leo, yang sempat mendesak Rusia untuk menyepakati gencatan senjata di Oleshky, berharap jeda sementara ini dapat memperkuat keinginan untuk berdialog dan memicu inisiatif perdamaian konkret yang baru.

Seorang perwira militer Ukraina, yang berbicara dengan syarat anonim, mengungkapkan kekhawatiran bahwa pertempuran akan menjadi lebih buruk dari sebelumnya setelah gencatan senjata berakhir.

Menurut perwira tersebut, pasukan Rusia yang berada di sisi lain Sungai Dnipro telah memanfaatkan ketenangan selama beberapa hari terakhir untuk menambah jumlah pasukan, memindahkan stok amunisi, serta mengumpulkan intelijen mengenai posisi Ukraina menggunakan pesawat nirawak (drone) pengintai.

Gubernur wilayah Kherson, Oleksandr Prokudin, mengimbau penduduk setempat untuk lebih waspada saat gencatan senjata berakhir dan agar segera merespons peringatan mengenai serangan Rusia.