Heboh Anaknya Dituding Nonton K-Pop Pakai APBN, Dimyati: Dia Kerja di Korsel

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. Foto: Instagram/ @dimyati.natakusumah
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. Foto: Instagram/ @dimyati.natakusumah

Putri bungsu Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Risya Azzahra Natakusumah, mendadak viral setelah muncul tudingan di media sosial yang menyebut ia menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menonton konser K-Pop di Korea Selatan.

Isu tersebut berembus di Thread. Dalam unggahan salah satu akun, tersebut memperlihatkan sejumlah foto Risya Azzahra Natakusumah saat menghadiri konser dan berfoto bersama seorang idol K-Pop.

Disebutkan bahwa Risya bertemu dengan idol dengan estimasi biaya Rp 25-40 juta.

Menanggapi hal tersebut, Dimyati membantah putrinya menggunakan uang negara untuk berangkat ke Korea Selatan dan menonton konser K-Pop.

Menurut Dimyati, tuduhan terhadap putri bungsunya tersebut tidak berdasar tanpa ada bukti yang jelas soal penggunaan anggaran negara dalam perjalanannya ke Korea Selatan.

"Di APBN-nya di anggaran mana masuknya? Kalau simpang siur ngapain ditanggapin? Tanya tuh sama yang buat berita pertama kali. Tapi anak saya jadi populer, malah bapaknya nggak tahu, anaknya dekat dengan penyanyi K-Pop itu," kata Dimyati, Senin (3/8).

"Kok anak saya dekat? Hebat banget," imbuhnya.

Dengan tegas, Dimyati mengatakan tidak ada anggaran negara baik yang bersumber dari APBN maupun APBD yang digunakan untuk kepentingan pribadi keluarganya.

Sebab, kata Dimyati, isu tersebut muncul tanpa disertai fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dimyati mengaku dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menggunakan APBN untuk kepentingan pribadi keluarga. Termasuk APBD yang harus dikelola sesuai ketentuan dan tidak mungkin digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarganya.

"Nggak mungkin lah, orang bapaknya wakil gubernur. Jangankan pakai APBN, pakai APBD aja nggak mungkin," ujarnya.

Disampaikan Dimyati, saat ini Risya tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Korea Selatan. Tak hanya itu, Risya pun sudah diajarkan mandiri sehingga telah memiliki penghasilan lantaran mengambil sambilan untuk bekerja dengan cara menjual berbagai produk yang berkaitan dengan industri hiburan Korea Selatan.

"Dia (Risya) kan emang (tinggal) di Korea, kuliah di Korea, kerja di Korea. Malah dia itu jadi sales yang jual-jual foto K-Pop. Kadang jual tiket juga, jadi ya tidak apa-apalah, biarin," ujar Dimyati.

Diakui Dimyati, seluruh anaknya sudah tidak bergantung pada dirinya sebagai orang tua lantaran secara ekonomi sudah bisa mandiri secara masing-masing. Di mana putri sulungnya telah lama tinggal di Korea Selatan bersama suaminya, sedangkan putra keduanya kini menjabat sebagai anggota DPR RI.

"Mereka sudah pada mandiri, duitnya banyak, malah kalah (duit) bapaknya. Anak saya justru lebih kaya dari saya, malah anak-anak yang sering bantu bapaknya, bukan bapaknya bantu anak," kata Dimyati.

Untuk itu, diungkapkan Dimyati, dirinya tidak terlalu mempersoalkan isu yang menyeret nama putri bungsunya tersebut.

Meski begitu, ia berharap seluruh masyarakat bisa lebih bijak dalam menerima setiap informasi dengan tidak mudah percaya terhadap hal-hal yang belum jelas kebenarannya.

"Ya enggak apa-apa lah, itung-itung menaikkan popularitasnya juga," tandas Dimyati.