Jaksa Agung Sinergi dengan Polri: Penyidikan-Penuntutan Baik, Putusan Pun Baik

Pimpinan Kejaksaan Agung (Kejagung) menyambut pimpinan Polri di kantornya di Jakarta. Jaksa Agung ST Burhanuddin bertemu dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya.
Setelah pertemuan tersebut, Burhanuddin menegaskan kedua institusi terus bersinergi dan tidak ada masalah apa pun. Kedua institusi, kata Burhanuddin, solid.
Burhanuddin pun menilai, sinergisitas diperlukan dalam penanganan kasus hukum ke depan.
"Sinergisitas ini diperlukan, karena bagi saya, bagi seorang jaksa itu, hasil penyelidikan yang baik akan menghasilkan penuntutan yang baik, penuntutan yang baik akan menghasilkan putusan yang baik, itu adalah kewajiban dan keharusan kita bersinergi," kata Burhanuddin di Kantor Kejagung, Senin (13/7).
Burhanuddin menegaskan, sinerginya kedua institusi tidak hanya terjalin seperti konpers bersama kali ini saja, tetapi sejak dahulu, namun jarang terekspos publik. Dia menyebut, kedua institusi ini kedua kesatuan yang tidak bisa terpisahkan.
"Kita ini satu kesatuan, tujuannya memberi rasa aman di masyarakat, memberi suatu rasa adil di masyarakat. Kami punya tujuan yang sama, dan kami tidak bisa dipisah-pisahkan," pungkas Burhanuddin.
Sebelumnya, jajaran kepolisian dipimpin oleh Kortastipidkor Polri melakukan penggeledahan di 13 lokasi. Penggeledahan berujung penyitaan uang hingga emas senilai ratusan miliar itu bermuara kepada penetapan tersangka terhadap Febrie Adriansyah selaku Jampidsus saat itu.
Dalam proses penetapan tersangka itu, dijelaskan bahwa Febrie dijerat dalam kasus korupsi penanganan kasus ASABRI. Dia dijerat bersama dengan advokat Don Ritto.
Kini, setelah tersangka sudah ditetapkan, polisi menyerahkan penanganan kasus itu ke Kejagung.
