Jasad Pria Ditemukan Terpanggang di dalam Tumpukan Kayu yang Terbakar di Bekasi

Sosok jasad pria yang hangus terbakar ditemukan di dalam tumpukan limbah kayu di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (25/8) dini hari. Penemuan jasad tersebut menyisakan banyak pertanyaan.
Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian pria tersebut, termasuk apakah ada unsur tindak pidana dengan membakar jasad untuk menghilangkan jejak, atau murni merupakan korban kebakaran.
Jasad itu ditemukan di sebuah lahan kosong yang biasa digunakan sebagai tempat penyimpanan limbah kayu di Jalan Toyogiri, Kampung Jati, RT 04/RW 03, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan.
Mulanya, warga melihat adanya kebakaran pada tumpukan kayu di lokasi itu. Kemudian, mereka mencoba memadamkan api. Setelah padam, ditemukanlah sosok jasad pria tersebut di dalam kayu-kayu yang terbakar itu.
Salah seorang saksi, Tumiyem, mengaku terbangun sekitar pukul 01.00 WIB karena mendengar suara gaduh dari luar rumah. Saat keluar, ia melihat kobaran api sudah membubung hingga sekitar empat meter dan hanya berjarak sekitar lima meter dari rumahnya.
Bersama warga lain, ia langsung berupaya memadamkan api agar tidak menjalar ke permukiman.
"Saya keluar rumah lihat apinya sudah besar sekali. Saya ambil air terus nyiram supaya api tidak merembet ke rumah-rumah. Setelah padam, masih ada asap. Warga lalu mengorek tumpukan kayu pakai pacul, ternyata di bawahnya ada mayat. Saya langsung mundur karena kaget," ujar Tumiyem.
Menurut Tumiyem, sebelum kejadian ia tidak melihat orang maupun kendaraan yang mencurigakan melintas di sekitar lokasi. Penemuan jasad itu murni diketahui setelah api berhasil dipadamkan.
Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti mengatakan, petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, dan mengevakuasi korban bersama Tim Identifikasi Polres Metro Bekasi.
"Korban berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi tubuh terbakar 100 persen, mulai dari kepala, wajah hingga seluruh badan," ujar Wuryanti.
Kondisi jasad yang rusak parah membuat identitas korban belum dapat dipastikan. Polisi memperkirakan korban memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter dengan berat badan 60 hingga 65 kilogram. Tidak ditemukan pakaian, identitas maupun barang pribadi yang dapat mengarah pada identitas korban.
Dari hasil olah TKP, polisi juga belum menemukan petunjuk kuat yang mengarah pada dugaan pembunuhan. Tidak ditemukan bekas bahan bakar minyak, wadah penyimpanan bahan bakar, maupun barang bukti lain di sekitar lokasi.
Pemeriksaan CCTV di sekitar kawasan juga belum memperlihatkan aktivitas mencurigakan karena lokasi berada di area kebun.
"Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban dibakar atau meninggal karena penyebab lain. Semua masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik," kata Wuryanti.
Sejauh ini polisi telah memeriksa dua orang saksi, yakni warga yang pertama kali memadamkan api dan menemukan jasad korban. Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi.
Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi sekitar 165 sentimeter dan berat badan 60–65 kilogram agar segera melapor ke Polsek Tambun Selatan guna membantu proses identifikasi korban.
Kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Hasil autopsi diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian sekaligus menjawab misteri di balik penemuan jasad hangus di lahan limbah kayu tersebut.
