Kabupaten Mahakam Ulu Siaga Darurat Kekeringan Dampak Sungai Mahakam Surut

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu, sangat dangkal pada Rabu (19/8/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu, sangat dangkal pada Rabu (19/8/2026). Foto: kumparan

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim), menetapkan status siaga darurat menyusul kekeringan yang telah berlangsung hampir satu bulan. Kondisi tersebut mulai mengganggu distribusi kebutuhan pokok serta akses transportasi masyarakat.

Status siaga darurat tersebut ditetapkan mulai 19 Agustus 2026 dan untuk sementara berlaku selama satu minggu ke depan. Pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Darmawan, mengatakan keputusan tersebut diambil karena dampak kekeringan semakin dirasakan masyarakat, terutama di dua kecamatan yang aksesnya masih sulit, yakni Long Apari dan Long Pahangai.

"Karena kondisi ini sudah cukup panjang dan berdampak kepada masyarakat, pemerintah menetapkan status siaga darurat mulai 19 Agustus. Untuk sementara status ini berlaku satu minggu ke depan dan akan kami evaluasi sesuai kondisi," kata Agus, Kamis (20/8).

Menurut Agus, selama hampir satu bulan terakhir hujan belum turun di wilayah Mahakam Ulu. Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Mahakam terus menyusut.

Akibatnya, kapal berukuran besar yang biasanya menjadi salah satu moda utama transportasi dan distribusi barang tidak lagi dapat melintas di sejumlah bagian sungai.

Masyarakat kini terpaksa menggunakan perahu berukuran kecil untuk melakukan aktivitas maupun perjalanan antarkawasan.

Kondisi paling berat dirasakan di Long Apari dan Long Pahangai. Kedua kecamatan tersebut hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses jalan darat sehingga jalur sungai menjadi pilihan utama masyarakat.

"Long Apari masih harus menggunakan jalur sungai. Ketika sungai surut seperti sekarang, otomatis distribusi dan mobilitas masyarakat menjadi terganggu," ujarnya.

Kondisi terkini sungai mahakam di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Foto: Dok. Istimewa

Dampak lainnya adalah meningkatnya harga kebutuhan pokok. Agus menyebut harga Beras yang sebelumnya sekitar Rp 600 ribu untuk muatan 25 kilogram kini bisa mencapai Rp 1 juta.

Harga bahan bakar juga ikut melonjak akibat sulitnya distribusi. Pertalite yang pasokannya terbatas disebut bisa mencapai Rp35 ribu per liter di wilayah tertentu.

"SPBU juga terbatas dan perjalanan menuju wilayah tersebut cukup sulit. Jadi ada keterlambatan distribusi yang kemudian berpengaruh terhadap harga," jelas Agus.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan selama status siaga darurat diberlakukan, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan juga telah menjalankan gerakan pangan murah untuk menekan kenaikan harga kebutuhan masyarakat.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan karena kendala utama berada pada distribusi barang menuju wilayah yang aksesnya masih terbatas.

Agus mengatakan penetapan status siaga darurat menjadi dasar bagi pemerintah untuk meningkatkan koordinasi dan penanganan terhadap dampak kekeringan, termasuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

"Gerakan pangan murah sudah dilakukan untuk membantu masyarakat. Tetapi memang belum cukup karena persoalan distribusi ke wilayah yang aksesnya sulit masih menjadi kendala," katanya.

Kondisi terkini sungai mahakam di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Foto: Dok. Istimewa

Selain pangan, pemerintah juga memantau persoalan kesehatan masyarakat. Berkurangnya debit air sungai membuat ketersediaan air menjadi perhatian, ditambah kondisi udara yang kering dan adanya asap di sejumlah wilayah.

Agus mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca. Jika hujan belum juga turun dan dampak kekeringan semakin meluas, status siaga darurat dapat dievaluasi dan langkah penanganan akan disesuaikan.

Ia meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan menghemat penggunaan air selama kondisi kekeringan berlangsung.

"Kami mengimbau masyarakat jangan panik dan tetap waspada. Pemerintah akan berupaya memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak," tegasnya.

Pemerintah juga berharap pembangunan dan penyambungan akses jalan menuju kecamatan yang masih terisolasi dapat segera dilakukan. Infrastruktur darat dinilai penting agar distribusi kebutuhan masyarakat Mahakam Ulu tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi Sungai Mahakam.