Karhutla di Banjarbaru Meluas, Kini Merambat ke Wilayah Perkebunan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) kini sasar Kawasan perkebunan di Jalan Caraka Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) kini sasar Kawasan perkebunan di Jalan Caraka Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru meluas. Kini api merambat ke kawasan perkebunan di Jalan Caraka Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (20/8).

Api dengan cepat membesar membakar semak belukar, ditambah tiupan angin yang sangat kencang, api dengan cepat menjalar ke area perkebunan pisang milik warga.

Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru dibantu personel kepolisian berupaya memadamkan kobaran api. Tebalnya asap serta sulitnya titik air menjadi kendala bagi anggota untuk memadamkan kobaran api.

"Selain membakar lahan, api juga sudah membakar kebun pisang milik warga. Titik air menjadi kendala kami untuk memadamkan dengan cepat,” ujar Anggota BPBD Kota Banjarbaru, Abas.

Petugas berusaha memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) kini sasar Kawasan perkebunan di Jalan Caraka Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Abas juga menyebut, sulitnya akses jalan menuju lokasi kebakaran membuat unit tangki air tidak dapat mendekati lokasi kebakaran.

“Akses sangat kecil, karena itu mobil besar penyuplai air kesulitan masuk ke sini,” katanya.

Sementara salah satu petani, Eka mengatakan, ia sangat khawatir api merembet ke kebun sayuran miliknya. Pasalnya kobaran api sudah sangat dekat dengan kebunnya.

“Kalau tidak segera dipadamkan, takutnya api sampai ke kebun saya,” kata Eka.

Maraknya Karhutla yang terjadi, membuat Eka Bersama petani lainnya menjadi was-was saat hendak meninggalkan area kebun mereka. Lantaran karhutla bisa terjadi kapan saja.

“Takutnya saat kami balik, api kembali menyala,” ungkapnya.