KedaiKOPI Soroti Cara Teddy Rawat Jaringan: Tak Maksa Tunduk, tapi Pakai Hati

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hendri Satrio saat acara Launching & Bedah Buku: Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo (Komunikasi Politik, Ekonomi, dan Momentum Perubahan di Peralihan Zaman) karya Dr. Hendri Satrio, Universitas Paramadina, Jakarta (10/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hendri Satrio saat acara Launching & Bedah Buku: Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo (Komunikasi Politik, Ekonomi, dan Momentum Perubahan di Peralihan Zaman) karya Dr. Hendri Satrio, Universitas Paramadina, Jakarta (10/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Pengamat politik KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensat), menilai Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya cukup cerdas dalam merawat jaringan serta mengkonsolidasi kekuatan di internal angkatannya.

Manuver tersebut dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang yang dikemas rapi melalui sebuah momen keakraban.

Hal tersebut disampaikan Hensat merespons pesan solidaritas Teddy saat menghadiri reuni dan syukuran 15 tahun Akademi TNI-Polri Angkatan 2011 (Rilastaka) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Dalam momen yang diunggah di akun Instagram @Teddy_HQ pada Minggu (2/8/2026) itu, Teddy meminta rekan seangkatannya dari matra Darat, Laut, Udara, dan Kepolisian untuk saling mendukung, terutama jika kelak ada di antara mereka yang memimpin republik ini.

"Menarik ya melihat gaya Letkol Teddy ini. Di saat banyak elite politik pusing cari panggung, pasang baliho di mana-mana, dan tebar janji buat nyari dukungan, Seskab Teddy justru ngasih masterclass gimana cara bangun loyalitas yang sesungguhnya, yaitu mulai dari jaringan yang ia kenal sendiri alias teman angkatannya," kata Hensat dalam keterangannya, Senin (3/8).

Menurut Hensat, Teddy sangat sadar bahwa kekuatan aparat dan birokrasi di masa depan perlahan berganti ke angkatan yang lebih muda, seperti angkatannya di Akmil 2011.

"Lewat reuni dan pesan 'yang di atas bantu yang di bawah', dia sudah mengunci soliditas 2011 lintas matra tanpa perlu transaksi politik apa-apa. Ini orkestrasi persahabatan yang sangat cantik, sekaligus mengamankan kekuatan tanpa terlihat bermanuver," ujar Hensat.

Lebih jauh, Hensat menyoroti cara Teddy meminta rekan-rekannya agar tidak memikirkan ambisi jangka panjang menjadi jenderal semata, melainkan fokus membekali diri sejak dini.

Hensat menilai, gaya komunikasi yang luwes dari Teddy jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan komando formal.

"Politisi kita lagi-lagi harusnya belajar dari cara Teddy merawat jaringan, sangat elegan dan tidak murahan. Dia enggak maksa orang tunduk pakai instrumen kekuasaan, tapi pakai pendekatan dari hati ke hati ala teman seangkatan yang dampaknya justru lebih riil," ucapnya.