Keluarga usai Surakman Ditemukan Tewas: Ikhlas, Berupaya Tetap Kuat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di rumah Surakman (60) di Pandeglang. Surakman merupakan Abk kapal Arupadatu 1 yang ditemukan tak bernyawa di pulau Enggano. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di rumah Surakman (60) di Pandeglang. Surakman merupakan Abk kapal Arupadatu 1 yang ditemukan tak bernyawa di pulau Enggano. Foto: kumparan

Keluarga Surakman (60), ABK Kapal Arupadatu 1 yang ditemukan tak bernyawa di pulau Enggano, Bengkulu, mengaku ikhlas. Keluarga sudah menerima takdir.

"Terima kasih. Alhamdulillah, akhirnya bisa ditemukan. Walaupun, misalnya keadaannya seperti ini, kami tetap bersyukur. Mungkin ini sudah menjadi takdir," kata Yayat Surhadi, putra kedua Surakman, saat ditemui di kediamannya di kampung Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (23/9).

Yayat menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah melakukan pencarian dan telah memberikan bantuan selama orang tuanya dinyatakan hilang pada 7 September 2026.

"Saya ikhlas menerima. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak terkait atas bantuan dan upayanya selama proses pencarian," katanya.

"Alhamdulillah, keluarga sudah menerima dan berusaha untuk tetap kuat," tambahnya.

Yayat mengungkapkan pada saat berangkat orang tuanya tidak izin untuk mendekat ke Gunung Anak Krakatau, karena tamu yang datang dadakan dan berangkat siang.

"Nggak izin, berangkat dadakan siang. Izin yang rencana Selasa mau ke (tempat lain) Ujung Kulon," ungkapnya.