Kemenbud Pantau Aset Budaya Imbas Gempa NTT: Belum Ada Laporan Kerusakan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sambutaan dan doorstop Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada acara Tapak Tilas Proklamasi di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta, Minggu (16/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sambutaan dan doorstop Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada acara Tapak Tilas Proklamasi di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta, Minggu (16/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pihaknya terus memantau kondisi aset budaya di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8) pagi.

Pemantauan dilakukan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang berada di wilayah terdampak.

“Kita tentu sangat prihatin dan kita berduka cita saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang mengalami musibah gempa,” kata Fadli saat ditemui di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (16/8).

“Kita terus memonitor melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang ada di sana,” lanjutnya.

Menurut dia, sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan rumah adat di wilayah terdampak gempa. Kondisi tersebut juga dipantau apabila nantinya terdapat laporan tambahan.

“Sejauh ini, kita sejak kemarin juga memonitor terutama yang terkait dengan bidang kebudayaan. Rumah-rumah adat relatif belum ada laporan kerusakan,” kata Fadli.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari saat memberikan keterangan terkait update penanganan gempa M 7,7 di NTT, Minggu (16/8/2026). Foto: YouTube/BNPB

Risiko kerusakan berpeluang terjadi karena mayoritas rumah adat di NTT terbuat dari kayu yang rentan terhadap bencana gempa.

“Karena banyak rumah adat itu terbuat dari kayu. Sejauh ini ya nanti kalau ada laporan tambahan nanti bisa kita lihat,” sambungnya.

Keadaan Cagar Budaya Relatif Aman

Fadli menyebut sejumlah cagar budaya yang berada di sekitar lokasi gempa sejauh ini dalam kondisi relatif aman.

“Cagar-cagar budaya juga yang ada di sekitar lokasi gempa juga relatif aman,” ujarnya.

Sebelumnya, gempa tektonik mengguncang wilayah Flores, NTT pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.

BMKG kemudian memutakhirkan magnitudo gempa menjadi 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer dan episenter berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT.

Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB.