Korban Penembakan di Sekolah di Thailand: 8 Orang Tewas, 7 Lainnya Kritis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas darurat tiba usai penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026). Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas darurat tiba usai penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026). Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS

Seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang terluka dalam penembakan di sekolah di Thailand meninggal dunia pada hari Sabtu (8/8), berdasarkan keterangan kementerian kesehatan. Hal tersebut menjadikan total korban tewas mencapai delapan orang, termasuk kakek-nenek pelaku remaja tersebut yang tewas di rumah mereka.

Menurut polisi, pada hari Jumat (7/8), seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun menembak kakek-neneknya sebelum melakukan aksi penembakan membabi-buta di sekolahnya di sebelah utara Bangkok, dan akhirnya mengarahkan senjata tersebut ke dirinya sendiri.

Kementerian kesehatan menyatakan pada hari Sabtu bahwa anak perempuan berusia 12 tahun itu, yang sebelumnya dirawat di rumah sakit terdekat, telah meninggal dunia.

"Satu orang lagi telah meninggal dunia, seorang anak perempuan berusia 12 tahun," demikian pernyataan kementerian tersebut dikutip dari AFP.

Kerabat menangis saat melihat jenazah korban penembakan berada di dalam ambulans di Sekolah Debsirin Nonthaburi, distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026). Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS

Korban lainnya termasuk seorang guru matematika, guru psikologi, dan staf pengajar. Lebih dari 30 orang terluka dalam penembakan tersebut, kata Perdana Menteri Anutin Charnvirakul saat mengunjungi sekolah itu.

Hingga Sabtu malam, empat belas orang masih dirawat di rumah sakit, dengan tujuh di antaranya dalam kondisi kritis.

Polisi sedang memeriksa lebih banyak saksi sebagai bagian dari penyelidikan mereka, termasuk orang tua pelaku.

Thailand memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di kawasan ini, dengan perkiraan sekitar 10 juta senjata api yang beredar, atau kira-kira satu senjata untuk setiap tujuh penduduk.