Maling Bobol Kantor Baznas Depok: 3 Kali Ganti Baju, Gasak Laptop-Hp

Kantor Baznas Kota Depok yang terletak di Perum Depok Mulya I Nomor 12 RT 04/15 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, dibobol maling pada Rabu (23/9) malam hingga Kamis (24/9) dini hari. Pelaku menggasak 3 laptop, 3 HP, 1 tablet survei, dan 1 hard disk eksternal berisi data penting mustahik dan donatur.
Kejadian baru diketahui Kamis (24/9) sekitar pukul 09.00 WIB oleh saksi Abdul Rahman (50), pegawai Baznas, saat membuka kantor.
"Saat saksi sampai di kantor kemudian membuka pagar dan setelah itu masuk lalu melihat pintu bagian depan Kantor Baznas dalam keadaan terbuka dan bagian kunci selot atas rusak. Setelah dicek ke dalam, ada beberapa barang berupa 3 HP dan 3 laptop hilang," demikian kutipan laporan kepolisian.
Ketua Baznas Kota Depok Endang Ahmad Yani mengatakan aksi pencurian terekam jelas CCTV. Pelaku hanya satu orang dan beraksi dengan perilaku janggal.
"Jam 22.05 WIB dia sudah masuk, naik ke gerbang, terus sembunyi di pojok parkiran dekat gudang. Baru membongkar pintu depan sekitar jam 04.33 WIB. Jadi 6,5 jam dia sabar nongkrong," kata Endang di lokasi.
Aksi pelaku dinilai seperti ritual karena kerap gonta-ganti baju di titik buta CCTV.
"Ketika masuk pakai kaus hitam kombinasi merah, di samping gudang ganti jadi kemeja putih. Ketika mendobrak pintu, ganti lagi jadi kaus. Pas pulang, dirapikan lagi dan ganti jadi kemeja putih. Saya tidak tahu apakah itu ritual atau menghilangkan jejak," ujarnya.
Endang menyebut pelaku beraksi tanpa alas kaki, tanpa sarung tangan, dan tanpa penutup wajah. Posturnya kurus, usia di bawah 40 tahun. Untuk menjebol pintu, pelaku butuh tiga kali percobaan hingga jatuh saat pintu terbuka. Ia beraksi sekitar 40 menit, pukul 04.33 WIB hingga 05.00 WIB.
Petugas Baznas lain menambahkan, sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB pelaku bolak-balik di tiga titik buta parkiran sehingga seolah-olah pelakunya dua orang.
Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir bisa mencapai Rp60 juta. Namun yang paling membuat pusing adalah hilangnya data mustahik dan donatur.
"Laptop itu di bidang pengumpulan dan bidang program. Di pengumpulan ada database calon donatur. Di program ada data mustahik yang mengajukan permohonan. Sekarang datanya hilang, jadi harus buka lagi berkas dan input manual," jelas Endang.
Endang menambahkan, kantornya selama 8 tahun menempati lokasi tersebut terbilang aman. Kantor tidak memiliki satpam internal, hanya mengandalkan security gerbang kompleks yang memiliki 4 akses.
"Gerbang utama saja yang diportal. Jalan kaki dan motor masih bisa masuk. Seharusnya data di server atau di cloud, ini jadi pembelajaran," ucapnya.
Polisi Olah TKP, Sidik Jari dan CCTV Diamankan
Polsek Beji yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP pada Kamis (24/9) pukul 10.45 WIB dipimpin Kanit Reskrim Polsek Beji Iptu Waras Sektiyawan, bersama Unit Identifikasi.
Polisi melakukan cek TKP, mendata saksi dan korban, membuatkan laporan polisi (LP), pengambilan sidik jari, serta mengamankan rekaman CCTV.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Benar, kami menerima laporan pencurian di Kantor Baznas Beji. Saat ini Polsek Beji dan Satreskrim Polres Metro Depok sedang melakukan penyelidikan. Rekaman CCTV dan sidik jari sudah kami amankan, termasuk barang bukti jaket milik pelaku yang tertinggal di parkiran. Kerugian masih didata," kata Hendra saat dikonfirmasi.
