Megawati Ajak Pemuda Belajar Sejarah: RI Dibangun dengan Air Mata dan Darah

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengajak generasi muda belajar sejarah perjuangan bangsa agar tidak melupakan pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan pidato dalam peresmian Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7).
Menurut Megawati, anak muda saat ini dapat menikmati kemerdekaan karena pengorbanan para pejuang yang rela mempertaruhkan nyawa demi bangsa.
"Saya sekarang berdiri di sini ingin menebarkan suara saya, bukan hanya kepada seluruh rakyat Indonesia di mana pun mereka berada, tetapi juga untuk para anggota-anggota Republik Indonesia, warga negara, anak muda, bahwa kamu dapat menjadi seperti ini, itu karena banyak sekali pengorbanan dari para pejuang kita," kata Megawati.
Ia meminta generasi muda tidak melupakan sejarah dan menghargai jasa para pahlawan.
"Apakah kalian tidak akan insaf bahwa kalian bisa menjadi seperti ini itu karena apa? Darah para pejuang, darah anak-anak muda yang waktu itu pun seperti kalian yang ada di sini sekarang. Kalian mau jadi apa? Masa tidak malu?" ujar dia.
Megawati juga mengingatkan agar anak muda tetap memiliki semangat patriotisme dan rasa cinta kepada Tanah Air.
"Kalau anak-anak muda sampai melupakan, di manakah kalian tempat berpijak? Kalau kalian hanya mengatakan kalau sudah merdeka ya sudah biar merdeka, maka kalian bukanlah anak-anak muda yang patriotik yang harusnya terus-menerus menggelorakan bahwa namanya Republik Indonesia ini dibangun dengan yang namanya air mata, darah, dan keringat. Camkan!" tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli yang dibangun untuk memperingati 30 tahun Tragedi Kudatuli 27 Juli 1996. Ia berharap monumen tersebut dapat menjadi pengingat bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga demokrasi dan meneruskan semangat perjuangan bangsa.
