Menkes Bicara Strategi Kesehatan RI: Bukan Mengobati, tapi Jaga Tetap Sehat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri), Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Arif Satria (kiri), Dubes Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kanan), berfoto bersama peserta pada pembukaan Leimena Conference 2026 di Jakarta, Senin (27/7) Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri), Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Arif Satria (kiri), Dubes Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kanan), berfoto bersama peserta pada pembukaan Leimena Conference 2026 di Jakarta, Senin (27/7) Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bicara soal transformasi sistem kesehatan Indonesia. Menurutnya, Indonesia kini fokus pada upaya menjaga masyarakat tetap sehat melalui penguatan pelayanan kesehatan primer (primary health care), bukan lagi semata-mata mengobati orang yang sakit.

Budi mengatakan, perubahan paradigma tersebut adalah bagian penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju pada 2045. Ia menilai masyarakat yang sehat akan memiliki produktivitas lebih tinggi sehingga mampu mendorong peningkatan per kapita nasional.

“Strategi Kementerian Kesehatan yang masuk ke pilar transformasi kesehatan nomor satunya bukan transformasi rumah sakit, nomor satunya strateginya adalah layanan primer. Strategi kesehatan yang benar adalah menjaga masyarakat tetap sehat, bukan mengobati orang sakit. Mengobati orang sakit itu strategi keempat, strategi kelima," ujar Budi dalam sambutannya pada acara Leimena Conference 2026 di Gedung Widya Graha Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta.

Ia menjelaskan, pelayanan kesehatan primer berperan penting dalam menjaga masyarakat tetap sehat melalui pendekatan promotif dan preventif, seperti edukasi pola hidup sehat, imunisasi, serta pengecekan kesehatan rutin.

“Gimana strateginya tetap sehat? Ya itu namanya gampang: promotif, preventif. Promotif, mendidik, mengubah lifestyle, hidup sehat, makan dijaga, olahraga cukup. Preventif ya imunisasi, skrining segala macam," kata Budi.

Pendekatan tersebut juga menjadi strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi bonus demografi. Menurutnya, kesehatan masyarakat berkaitan erat dengan produktivitas kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan pada Leimena Conference 2026 dengan tema "Melalui Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) Memperkuat Puskesmas Melayani Masyarakat" di Widya Graha BRIN, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

"Kesehatan itu sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi. Orang yang penghasilannya tinggi pasti lebih sehat dan lebih pintar. Karena itu masyarakat harus tetap sehat agar bisa bekerja, menghasilkan pendapatan, dan berkontribusi terhadap kenaikan GDP kita," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat pelayanan kesehatan primer melalui berbagai program transformasi, mulai dari modernisasi Puskesmas, peningkatan layanan Posyandu, perluasan program imunisasi nasional, hingga pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi penyakit tidak menular sejak dini.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan dukungan fasilitas kesehatan primer dengan menambah anggaran Puskesmas dan penyediaan alat kesehatan modern.

“Kita sudah naikkan anggaran untuk Puskesmas 50 persen dari rata-rata Rp6 triliun menjadi Rp8 triliun. Kita juga akan bagi semua EKG agar penyakit jantung bisa dideteksi di Puskesmas, dan kita akan bagi semua X-ray agar penyakit metabolik maupun TBC bisa dideteksi di Puskesmas," kata Budi.

Australia Dukung Transformasi Pelayanan Kesehatan Indonesia

Komitmen Pemerintah Indonesia untuk memperkuat pelayanan kesehatan mendapat dukungan dari Pemerintah Australia.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengatakan Indonesia telah menunjukkan komitmen nyata untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui penguatan pelayanan kesehatan primer.

Menurutnya, pelayanan kesehatan primer tidak hanya berbicara mengenai kebijakan maupun anggaran, tetapi juga menyangkut pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Indonesia telah menunjukkan komitmen nyata untuk menghadirkan layanan kesehatan lebih dekat kepada masyarakat dan memperkuat pelayanan kesehatan primer sebagai dasar bagi kesehatan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Rod.

Ia mengapresiasi kepemimpinan Budi Gunadi Sadikin dalam mendorong transformasi sistem kesehatan nasional.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Menteri Kesehatan Bapak Budi Gunadi Sadikin dalam mendorong agenda transformasi ini. Komitmen beliau telah membantu menciptakan momentum perubahan sekaligus menjaga fokus pada hasil yang nyata bagi masyarakat," katanya.

Rod menambahkan, Australia akan terus mendukung transformasi kesehatan Indonesia melalui berbagai program kemitraan, seperti "Kita Sehat dan Partnership for Healthy Region", yang selama ini menjadi wadah kerja sama kedua negara di sektor kesehatan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dilandasi keyakinan bahwa masyarakat yang sehat akan menciptakan perekonomian yang lebih kuat dan masyarakat yang tangguh.

“Australia bangga menjadi mitra Indonesia dalam perjalanan ini. Karena pada akhirnya tujuan kita sederhana namun sangat penting, yaitu masyarakat yang lebih sehat, komunitas yang lebih tangguh, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya," ujar Rod.