Menkes Dukung Program Pilah Sampah Jakarta: Masyarakat Harus Memilah dari Rumah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendukung upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatasi persoalan sampah. Budi menilai keberhasilan pengelolaan sampah harus dimulai dari masyarakat dengan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Hal itu disampaikan Budi usai meninjau pelaksanaan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (26/7), bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Budi mengatakan langkah yang dilakukan Pemprov DKI perlu terus disosialisasikan agar masyarakat memahami pentingnya memilah sampah.
“Saya nambah sedikit sebetulnya. Kan ini sebagai warga, saya juga Ketua Majelis Wali Amanat ITB, itu membantu banyak masalah sampah di kota-kota. Nah, yang Pak Gub lakukan itu saya mohon coba diseminasi, informasinya disebar ke masyarakat,” kata Budi kepada wartawan.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah karena proses pemilahan harus dilakukan sejak awal.
“Sampah itu harus dipilah, yang milah tuh harus masyarakat. Dan saya lihat DKI tuh sudah secara masif melakukan pendidikan itu, itu tolong disebarluaskan untuk mendidik masyarakat,” ujarnya.
Pram Soroti Sampah di Penjaringan & Pasar Minggu
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengungkapkan salah satu persoalan sampah yang tengah ditangani Pemprov DKI berada di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Penjaringan, Jakarta Utara.
Ia mengatakan terdapat timbunan sampah sepanjang sekitar 700 meter yang belakangan diketahui dibuang oleh pihak swasta.
“Memang problemnya adalah yang paling ini saya ingin sampaikan sekali lagi karena harus ada datanya. Sampah yang ada di Penjaringan, akarnya adalah di RTH Penjaringan itu ada kurang lebih 700 meter sampah ditimbun. Yang menimbun baru ketahuan adalah swasta,” kata Pramono.
Pemprov DKI, kata dia, telah memberikan teguran keras kepada pihak yang bertanggung jawab dan tidak menutup kemungkinan akan menempuh jalur hukum apabila pelanggaran serupa kembali terjadi.
“Kami sudah memberikan teguran keras kepada yang bersangkutan dan meminta untuk tidak boleh diulang kembali, kalau enggak nanti kita akan melakukan tindakan hukum,” ujarnya.
Pramono menambahkan, proses pembersihan timbunan sampah tersebut membutuhkan sekitar 15 hingga 20 truk setiap hari dan ditargetkan selesai dalam waktu dua pekan.
Ia juga meminta masyarakat aktif melaporkan temuan tumpukan sampah melalui aplikasi JAKI maupun kanal pengaduan lainnya agar bisa segera ditindaklanjuti.
Sementara, mengenai tumpukan sampah di sekitar Stasiun Pasar Minggu, Pramono menegaskan telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera mengangkut seluruh tumpukan sampah di berbagai wilayah Jakarta.
“Beberapa sampah yang menumpuk harus segera diambil,” kata Pramono.
Saat ditanya apakah instruksi tersebut juga berlaku untuk sampah di Pasar Minggu, Pramono menjawab singkat, “Di mana saja.”
Ia menegaskan Pemprov DKI akan menindak tegas praktik pembuangan sampah secara ilegal, termasuk oleh pihak swasta yang mengumpulkan sampah dari warga maupun pelaku usaha lalu membuangnya di lokasi yang tidak semestinya.
