Momen-momen Prabowo Hadiri Peluncuran Buku Bahlil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8). Dalam kesempatan tersebut, terekam sejumlah momen yang menunjukkan kedekatannya dengan Golkar, termasuk Ketumnya, Bahlil Lahadalia.

Berikut beberapa momen tersebut:

Prabowo: Saya Alumni Partai Golkar

Dalam acara semalan, Prabowo sempat menyapa satu per satu tokoh yang hadir. Mulai dari Menteri ESDM yang juga Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia, beserta keluarganya.

Ia lalu menyapa politikus senior Golkar, Akbar Tanjung.

"Kemudian sesepuh Partai Golkar, sesepuh kita semua, Bapak Akbar Tanjung. Masalahnya karena saya juga alumni Partai Golkar juga di masa lalu. Jadi kalau saya diundang di acara-acara Golkar, kelihatan banyak wajah-wajah lama, kawan-kawan lama ada semua," ujar Prabowo.

Ia lalu memuji Golkar yang menghasilkan kader-kader terbaik.

"Memang Golkar banyak menyumbang kader-kader yang terbaik ke mana-mana sebetulnya," tutur Prabowo.

Rapor Memuaskan untuk Bahlil

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Prabowo memberikan nilai rapor untuk Bahlil. Ia menilai, kinerja Bahlil selama 2 tahun menjadi pembantunya sudah memuaskan.

"Pak Bahlil, ya kan, teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Ambil manfaat dari apa yang sudah kau pelajari. Saya terus menilai pekerjaan beliau dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rapor memuaskan," kata Prabowo.

Prabowo mengakui sebenarnya sulit untuk memberi nilai. Karena, dari setiap aspek, sudah punya nilainya masing-masing.

"(Nilai) 100 itu milik Yang Maha Kuasa, iya kan? 99 dimiliki oleh MPR RI ya. 98 dimiliki oleh Presiden Republik Indonesia, 98. 97 dimiliki oleh DPR RI. Jadi kalau (Menteri) udah dapat nilai 91, 92 sudah tinggi itu," ujar dia.

"(Nilai) 96 DPD ya kan, 96 DPD. Nah 95 Ketua Umum partai ya kan. Jadi kalau menteri dapat 88, 89 oke, memuaskan," sambungnya.

Namun demikian, Prabowo menilai, masih ada 2 tahun lagi untuk meningkatkan kinerja dari para menteri.

"Tapi masih tengah, jadi ini dua tahun, masih ada... ini bisa dikatakan kayak semester apa itu mid-semester. Jadi masih ada waktu untuk memperbaiki, untuk yang lain-lain masih ada waktu memperbaiki nilai," tutur dia.

Prabowo: Kecerdasan Bukan Hanya dari Sekolah, Sudah Dibuktikan Bahlil

Prabowo menyebut kecerdasan seseorang tak ditentukan di mana ia sekolah. Menurutnya, hal tersebut telah dibuktikan Bahlil.

Mulanya, Prabowo menyinggung asal usul seorang pemimpin. Menurutnya, ada dua jalan yang bisa melahirkan seorang pemimpin.

"Ada pemimpin yang dilahirkan dan pemimpin yang dibesarkan. Dua-dua menurut saya hampir sama. Ada orang yang dilahirkan sudah dalam keadaan yang katakanlah sudah mapan, sudah kaya, dari keluarga yang kuat," tutur Prabowo.

"Ada yang dilahirkan dari keluarga yang kehidupannya sederhana atau sangat sulit," lanjut dia.

Ia menilai, faktor kedua itu bisa tercerminkan dari kehidupan Bahlil.

"Karena DNA pemimpin itu mungkin sudah ada. Mungkin ayahandanya Pak Bahlil walaupun status ekonomi mungkin waktu itu sangat sederhana, tapi mungkin DNA juga sebagai petarung, DNA juga sebagai pemimpin di kawasan itu," ungkapnya.

Prabowo menegaskan, hambatan-hambatan yang ada tidak menutup kemungkinan seseorang bisa menjadi pemimpin. Begitu juga untuk menghasilkan orang yang cerdas.

Prabowo menilai, kecerdasan tidak hanya ditentukan dari sekolah mana orang ini menjalani studi. Tapi ada banyak faktor lain. Dan, kata Prabowo, Bahlil membuktikan itu.

"Kecerdasan itu bukan dari sekolah menurut saya. Kecerdasan bukan dari sekolah. Dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini, sekarang kita buktikan lagi Pak Bahlil," ucap Prabowo.

"Saya kira sekolahnya nggak terlalu terkenal Pak Bahlil ya. Kalau dicari di Google kampusnya udah nggak ada. Dan itu sudah kita buktikan di mana-mana. Tidak menjamin sekolahnya di mana. Kecerdasan itu mungkin didapat dari jelas dari orang tua," lanjut dia.

Prabowo Ungkap Kelebihan Bahlil

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat Peluncuran dan Bedah Buku karyanya, Jumat (7/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Prabowo bicara kelebihan yang dimiliki Bahlil. Ia menilai, Bahlil selain memiliki kecerdasan juga humoris.

Prabowo awalnya tak terlalu kenal dekat dengan Bahlil saat bersama menjadi pembantu Presiden Jokowi. Sebab, Prabowo dan Bahlil memiliki urusan yang berbeda: Prabowo menjabat Menteri Pertahanan, sementara Bahlil menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

"Tapi pada saat-saat ketemu saya melihat bahwa sebenarnya beliau memiliki kemampuan kecerdasan, keberanian, ya kan," ungkap Prabowo.

Prabowo menyebut, Bahlil juga memiliki kelebihan karena berasal dari timur Indonesia tapi bisa meminang seorang wanita asal Jawa.

"Dan memang kelebihan beliau yang ini jarang dimiliki oleh orang dari Indonesia Timur: Beliau mungkin-mungkin itu pengaruh istri yang dari Jawa. Ini jasa istri," tutur Prabowo.

"Jadi orang Indonesia Timur itu ciri khasnya itu ya, ciri khasnya blak-blakan. Di alam Indonesia kadang-kadang tidak boleh terlalu blak-blakan. Nah ini saya kira pengaruh Ibu, istrinya Pak Bahlil ini ya. Jadi Anda berhasil lah agak menjinakkan orang Indonesia Timur," lanjutnya.

Selain itu, Prabowo menilai, sifat humoris Bahlil juga ditunjukkan dengan membuat Jokowi tertawa. Pasalnya, menurut Prabowo, orang Solo jarang bisa tertawa.

"Orang Indonesia Timur itu keras, cepat naik. Tapi saya perhatikan beliau, orang Indonesia Timur tapi pandai. Kalau aku lihat beliau, bisa bikin Pak Jokowi ketawa. Orang Solo itu susah ketawa itu. Orang Solo itu kalem," kata Prabowo.