Musim Kemarau Sumur Jadi Asin, 1.500 Jiwa Alami Krisis Air Bersih di Indramayu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga di Blok Bangunjero, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng saat menerima bantuan air bersih  dari BPBD Kabupaten Indramayu. (22/7/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga di Blok Bangunjero, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng saat menerima bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Indramayu. (22/7/2026). Foto: kumparan

‎Memasuki musim kemarau, krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak di Blok Bangunjero, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (22/7).‎

‎Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Kabid Darlog) BPBD Indramayu, Agus Yani, menjelaskan bahwa penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu warga di RT 15 hingga RT 19 Desa Tanjakan. Dalam aksi tanggap darurat ini, tiga armada dikerahkan ke lokasi.

‎"Hari ini kami mendistribusikan air bersih untuk warga Desa Tanjakan. Kami menurunkan tiga armada, dua armada dari BPBD dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, dan satu armada dari PDAM. Nanti siang penyaluran berlanjut ke Blok Baladewa," ujar Agus Yani saat diwawancarai di lokasi, Rabu (22/7).

‎Berdasarkan data sementara yang masuk ke BPBD Indramayu, tercatat sebanyak 1.500 jiwa di 7 RT wilayah Desa Tanjakan terdampak kekeringan. Agus menambahkan, bantuan air bersih direncanakan berlangsung hingga tujuh hari ke depan dan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta permintaan masyarakat.

‎"Sementara baru satu desa yang masuk laporan. Hari ini kami distribusikan 5.000 liter air, dan dua atau tiga hari ke depan akan disuplai lagi. Kami juga bersiap jika ada laporan dari desa-desa lain yang berpotensi mengalami hal serupa," lanjut Agus.

‎Warga Alami Kekeringan Hingga 5 Bulan‎

Warga di Blok Bangunjero, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng saat menerima bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Indramayu. (22/7/2026). Foto: kumparan

‎Kuwu (Kepala Desa) Tanjakan, Wadi, mengungkapkan bahwa kekeringan di wilayahnya sudah berlangsung selama empat hingga lima bulan terakhir akibat ketiadaan hujan dan mengeringnya pasokan air sungai.

‎"Di sini sudah sekitar 4 sampai 5 bulan tidak ada hujan. Air sungai tidak sampai ke sini. Sumber air warga selama ini bergantung pada sumur bor, bukan PDAM," kata Wadi.

‎Namun, saat musim kemarau tiba, kualitas air sumur bor milik warga berubah menjadi asin dan tidak layak dikonsumsi.

‎Wadi memprediksi kebutuhan air bersih bagi warganya masih akan berlangsung lama mengingat musim kemarau diperkirakan masih berjalan sekitar tiga bulan ke depan.

‎"Kami baru mengajukan bantuan kemarin, alhamdulillah hari ini langsung di-ACC dan dikirim oleh BPBD. Ke depan, kami akan terus berupaya meminta pasokan air bersih dari PDAM maupun BPBD," tambah Wadi.

Sumur Berubah Rasa, Warga Terpaksa Beli Air Minum

‎Kondisi serupa dialami warga di wilayah lain, salah satunya di Blok Kesambi, Desa Balongan, Kecamatan Balongan.

‎Eli (50), warga setempat, mengaku air sumur biasa yang biasa ia gunakan untuk kebutuhan mencuci kini berubah kualitasnya seiring datangnya kemarau.

‎"Sudah hampir sebulan air sumur rasanya agak asin, baunya agak amis seperti ada kandungan besi, dan warnanya kekuningan. Kalau untuk minum, saya dan keluarga terpaksa beli air mineral galon setiap hari," ungkap Eli kepada kumparan dilokasi penampungan air bersih, Rabu (22/7)

‎Meski terdapat fasilitas bantuan penampungan air (toren) dari pihak Pertamina RU VI Balongan yang dekat dengan lingkungannya, Eli merasa sedikit terbantu dengan adanya pasokan air bersih tersebut, meski sering kurang karena harus dibagi dengan banyak warga.

‎"Harapannya bantuan pasokan air atau fasilitas air bersih bisa ditambah lagi untuk kenyamanan dan kesejahteraan warga di sini," pungkasnya.

‎Data yang berhasil dihimpun bantuan air bersih dari RU VI Balongan sendiri dimulai dari tahun 2016 hingga sekarang, untuk pengirimannya seminggu tiga kali dengan 9.200 liter per pengiriman untuk lima titik toren. Dengan total biaya bantuan sebesar Rp 100 juta per tahun untuk penerima manfaat sebanyak 772 KK di blok Kesambi, Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.