PM Thailand Anutin Sampaikan Belasungkawa atas Tragedi KM Mutiara Sentosa 2

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto (kanan) saling memberi salam dengan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto (kanan) saling memberi salam dengan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan belasungkawa atas tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 saat mengawali pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8).

PM Anutin mengatakan duka cita masyarakat Thailand menyertai para korban dan keluarga yang terdampak.

"Pertama-tama, saya tidak bisa melanjutkan pertemuan kita tanpa menyampaikan belasungkawa terdalam saya atas nama masyarakat Thailand atas tragedi kebakaran kapal feri di Indonesia kemarin," kata PM Anutin.

Kepulan asap membubung dari kapal feri Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di lepas pantai Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia, 2 Agustus 2026. Foto: REUTERS/Stringer

Ia menyampaikan doa bagi para korban dan berharap tidak ada lagi korban jiwa akibat insiden tersebut.

"Duka kami sebesar-besarnya kepada para korban dan keluarganya dan saya berharap tidak ada lagi korban jiwa," ujarnya.

PM Anutin juga mengaku telah memperoleh informasi dari menterinya bahwa situasi telah berhasil dikendalikan.

"Saya baru saja mendengar kabar baik dari Menteri Hatato bahwa Anda sudah mampu mengendalikan situasi," tuturnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Total 234 penumpang telah dievakuasi, lalu lima orang tewas, dan dua lainnya masih hilang.