Polisi Tembak Polisi, Pengacara Sebut Ada 4 Proyektil di Kepala Bharatu Valdo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto Bharatu Laurencius Valdo di samping sang ibu, Ester Ida Seran, di kediamannya di Larantuka, NTT, Oktober 2026. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bharatu Laurencius Valdo di samping sang ibu, Ester Ida Seran, di kediamannya di Larantuka, NTT, Oktober 2026. Foto: Dok. kumparan

Pengacara keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Pattyona, mengatakan pihaknya menerima informasi, terdapat empat proyektil dalam kepala Valdo.

Valdo tewas dalam insiden penembakan di Markas Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. Dia ditembak oleh juniornya, Bharada Andika Ramadhani.

Informasi tersebut diperoleh Petrus usai korban menjalani autopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Namun informasi itu belum disampaikan secara resmi, tetapi disebut dari pihak yang berkompeten kepada tim pengacara.

Ilustrasi penembakan. Foto: Shutter Stock

"Dan kebetulan saat autopsi, memang tim dari Rumah Sakit Kramat Jati, tetapi ada ya ada orang yang berbaik hati bisa memberikan penjelasan tidak resmi kepada kami bahwa di dalam kepala almarhum ada empat proyektilnya," kata Petrus saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (19/10).

Selain informasi mengenai empat proyektil tersebut, Petrus menyebut pihaknya menerima informasi bahwa masih terdapat tiga peluru di dalam senjata laras panjang yang diduga digunakan dalam kejadian itu.

"Dan menurut informasi, di dalam senjata laras panjang itu masih, masih ada tiga pelurunya," kata dia.

Bharada Andika Ramadhani, pelaku penembakan terhadap seniornya, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (LVF), di Markas Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Oktober 2026. Foto: Dok. Istimewa

Informasi mengenai proyektil di kepala korban dan sisa peluru dalam senjata tersebut menjadi bagian dari hal-hal yang masih dipertanyakan oleh tim pengacara. Petrus menilai keterangan mengenai kondisi korban dan senjata yang digunakan perlu diperjelas melalui informasi resmi.

Ia juga menjelaskan bahwa keluarga memiliki foto-foto yang memperlihatkan luka pada tubuh Korban. Luka korban terdapat di bagian kepala, leher, dan lengan.

"Jadi di kepala itu, maaf ya, terbelah. Kemudian ada sabetan di leher sini, kemudian ada di lengan," kata Petrus.

Berdasarkan foto yang diterima pihaknya, korban mengalami pendarahan hebat saat dibawa ke Rumah Sakit setelah kejadian.

"Dan ketika dia almarhum itu dibawa ke Rumah Sakit Hermina, itu memang darahnya sangat banyak," tutupnya.