Program Gentengisasi, Menteri PKP Maruarar Tegaskan Rangkul UMKM Naik Kelas

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan komitmen pemerintah untuk memberdayakan perajin genteng skala kecil dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah guna mendukung program "Gentengisasi" nasional.
Langkah tersebut ditunjukkan melalui realisasi pengiriman jutaan keping genteng produksi lokal dari sentra Purwakarta dan Majalengka, Jawa Barat.
Pada tahap awal pengiriman di Purwakarta, sebanyak 500.000 keping genteng diangkut menggunakan 125 armada truk. Pengiriman akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai 2,4 juta keping genteng pada November mendatang dengan dikirimkan oleh 600 truk.
Menteri Ara menyampaikan bahwa proses pembinaan perajin skala kecil memerlukan kesabaran dan keharmonisan pendampingan agar mutu produk dapat bersaing dan memenuhi standar.
"Memang kalau kita mau memberdayakan kita harus sabar, ada prosesnya. Kalau yang mau cepat-cepat siap, beli saja di pabrik-pabrik besar semuanya. Tapi bagaimana keberpihakan kita kepada pemilih, kepada rakyat kecil, ada prosesnya. Memang mesti lebih sabar mendidiknya," ujar Ara saat pelepasan 125 truk genteng di Plered Purwakarta, Jumat (2/10).
Selain penyerapan hasil produksi, Kementerian PKP bersama pemerintah daerah dan pihak perbankan turut mendampingi perajin dari segi pembiayaan, peningkatan estetika, hingga fasilitasi kelayakan produk berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI).
"UMKM ini dididik supaya naik kelas, supaya bisa naik ke tingkat tinggi. Ternyata mampu kok, tadinya enggak punya SNI sekarang punya SNI," lanjutnya.
Maruarar menekankan bahwa program ini menghadirkan multiplier effect bagi perekonomian lokal, mulai dari perajin, subkontraktor, hingga para sopir dan kenek truk pengangkut.
"Tadi saya cek supirnya senang sudah dibayar, keneknya juga sudah, UMKM-nya juga happy. Kita juga hormati sejarah, tapi hari ini kita membuat sejarah bersama-sama melalui visi gentengisasi ini," pungkas dia.
Sinergi antara Kementerian PKP dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan Majalengka ini diharapkan mampu mendorong perajin genteng tradisional menjadi pilar utama penyedia material pembangunan perumahan rakyat yang berkualitas dan berdaya saing nasional.
