Puan Imbau Warga Jauhi Area Bahaya Usai 5 Wartawan Hilang Saat Liput Krakatau

Ketua DPR Puan Maharani mengimbau masyarakat untuk menjauhi area berbahaya, khususnya di sekitar Gunung Anak Krakatau. Imbauan itu disampaikan setelah lima jurnalis yang tengah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau hilang kontak.
“Bagi masyarakat, jauhi dulu area berbahaya, dan selalu patuhi imbauan petugas atau pihak-pihak yang berwenang,” imbau Puan dalam keterangannya, Kamis (10/9).
Puan juga mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan diri di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung.
“Prioritaskan keselamatan dan keamanan diri,” kata Puan.
Puan pun menyampaikan empati kepada keluarga lima jurnalis, awak kapal, dan pemandu yang hingga kini masih dalam pencarian. Ia meminta operasi pencarian terhadap seluruh rombongan dimaksimalkan.
“Kami ikut merasakan kekhawatiran keluarga atas musibah ini. Pencarian teman-teman jurnalis beserta seluruh anggota rombongan di perairan Selat Sunda harus dimaksimalkan,” kata Puan.
Lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews.id), Firman Daus (Jurnalis Anadolu Agency), dan Donal Husni (Freelance). Mereka bersama satu pemandu dan dua kru kapal berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Rombongan tersebut bertolak dari perairan Selat Sunda pada Senin (7/9) siang. Namun, komunikasi dengan rombongan dilaporkan terputus tak lama setelah keberangkatan.
Saat ini, Tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian. Sektor pencarian juga telah diperluas hingga mendekati kawah Gunung Anak Krakatau.
Puan mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memberikan instruksi langsung kepada KSAL Laksamana Muhammad Ali untuk membantu proses pencarian rombongan tersebut.
“Operasi pencarian terhadap rekan-rekan media di perairan Selat Sunda dapat semakin maksimal dengan tambahan kekuatan dan armada dari TNI AL,” tuturnya.
Puan berharap pengerahan tambahan kekuatan dalam operasi SAR dapat membantu mempercepat pencarian dan menemukan seluruh anggota rombongan.
“Semoga rombongan jurnalis ini dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” harap Puan.
Selain meminta pencarian dimaksimalkan, Puan menilai keluarga para jurnalis dan anggota rombongan juga perlu mendapatkan perhatian selama proses pencarian berlangsung. Pemerintah diminta memastikan keluarga memperoleh informasi mengenai perkembangan operasi SAR serta pendampingan yang dibutuhkan.
“Dan penting agar pihak keluarga mendapat pendampingan dari Pemerintah, termasuk jaminan update informasi serta kebutuhan untuk psikologis mereka,” ucap Puan.
Puan menilai peristiwa tersebut menunjukkan adanya warga sipil yang bersedia memasuki wilayah berisiko untuk menjalankan tugas yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, setiap pihak yang terlibat memiliki peran dalam mendukung kepentingan publik, termasuk jurnalis yang bertugas menghadirkan informasi kepada masyarakat, pemandu yang membantu memahami kondisi medan, serta awak transportasi yang mendukung mobilitas.
Ia juga menyinggung relawan dan peneliti yang turut mendukung upaya penanganan bencana.
“Pengabdian untuk kepentingan masyarakat harus diikuti kepastian perlindungan. Dan tentunya dukungan dan perlindungan tersebut dapat diwujudkan melalui operasi pencarian yang maksimal,” ujar Puan.
