Rocky Gerung Soal Jadi Anggota Wantimpres: Apa Alasan Gue Nolak?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Akademisi Rocky Gerung mengikuti pelantikan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1/2026).  Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Akademisi Rocky Gerung mengikuti pelantikan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10).

Usai dilantik, Rocky menjelaskan alasan dirinya bersedia masuk ke dalam Wantimpres. Menurut dia, tidak ada alasan untuk menolak ketika mendapat tawaran tersebut.

“Alasan gua menolak apa?” kata Rocky saat ditanya wartawan usai pelantikan di Istana Negara Jakarta, Jumat (2/10).

Rocky mengatakan, posisi Wantimpres yang ditawarkan kepadanya berbeda dengan jabatan teknis di pemerintahan. Dia menyebut Prabowo memberi pesan bahwa Wantimpres memiliki posisi yang bersifat etis.

“Pesan khusus diberikan oleh Pak Presiden bahwa dewan pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis. Apa itu kedudukan etis? Kemampuan untuk melihat ekses-ekses dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah dari kebijakan itu supaya sesuai dengan visi presiden. Itu fungsi normatif dari dewan,” jelas Rocky.

Selain itu, Rocky menyebut Wantimpres juga memiliki fungsi untuk memantau situasi politik dan kebudayaan yang nantinya akan dibahas dalam keanggotaan Wantimpres. Namun, dia menilai anggota Wantimpres perlu menjaga jarak dari peristiwa konkret sehari-hari terkait itu.

“Tentu ada fungsi yang lebih politis, yaitu memonitor situasi politik, memonitor situasi kebudayaan. Jadi semua hal yang akan dibicarakan di dalam dewan didasarkan pada tanggung jawab etis dari masing-masing anggota,” terang Rocky.

“Jadi dewan ini bukan untuk melayani pertanyaan-pertanyaan konkret harian. Diperlukan kontemplasi, diperlukan evaluasi, diperlukan bahkan kemampuan untuk berfantasi tentang masa depan republik,” sambungnya.

Rocky juga menegaskan dirinya tetap akan bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah meski kini berada di dalam pemerintahan.

“Bukan mengkritik. Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan tuh,” kata Rocky.

Dia kemudian menggambarkan posisinya sebagai anggota Wantimpres seperti hanya berpindah tempat, bukan berarti mengubah pemikirannya.

“Ya kan cuma pindah, saya cuma pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break. Udah,” pungkas Rocky.