Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Orang, Termasuk Anak-anak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Palestina yang mengungsi berjalan di sepanjang jalan dengan bangunan-bangunan yang hancur di Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 6 Mei 2026. Foto: Omar AL-Qattaa/ AFP
zoom-in-whitePerbesar
Warga Palestina yang mengungsi berjalan di sepanjang jalan dengan bangunan-bangunan yang hancur di Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 6 Mei 2026. Foto: Omar AL-Qattaa/ AFP

Pertahanan sipil dan rumah sakit Gaza mengatakan serangan Israel pada hari Sabtu (18/7) di sejumlah titik menewaskan 10 orang, termasuk tiga anak dan orang tua mereka.

Gencatan senjata tetap berlaku antara Israel dan Hamas, tetapi hal itu belum menghentikan kekerasan di Gaza, dan upaya untuk mengamankan kesepakatan yang langgeng untuk mengakhiri perang telah terhenti.

Satu keluarga beranggotakan lima orang, terdiri dari tiga anak dan orang tua mereka, tewas ketika serangan Israel menghantam sebuah apartemen tempat tinggal di barat laut Kota Gaza, menurut badan pertahanan sipil wilayah tersebut, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah Hamas.

"Satu-satunya anggota keluarga yang selamat adalah seorang anak, yang tidak berada di dalam rumah pada saat serangan terjadi," kata Mahmoud Bassal, juru bicara badan tersebut, kepada AFP.

Rumah sakit Al-Shifa di Gaza mengkonfirmasi telah menerima lima jenazah tersebut.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan serangan telah dilakukan di Kota Gaza pada hari Sabtu. Serangan itu menargetkan seorang anggota Hamas. Ia mengatakan, pihak militer masih mengevaluasi hasilnya.

Serangan Tiba-tiba

Warga Gaza, Mousa Al-Aimawi, mengatakan serangan itu datang tanpa peringatan.

"Tiba-tiba ada rudal yang menghantam gedung. Tidak ada yang tahu, tidak ada peringatan, tidak ada apa pun," katanya kepada AFP.

"Mereka menyerang tanpa mempedulikan bahwa ada warga sipil, anak-anak, perempuan, dan gadis-gadis," sambungnya.

Mohammed Kali, yang tinggal di gedung yang sama, mengatakan ia melihat beberapa orang tergeletak di tanah.

"Ada mayat-mayat berserakan di tanah, perempuan dan anak-anak tewas, dan orang tua juga," katanya.

Rekaman AFP dari lokasi kejadian menunjukkan sebagian besar fasad bangunan hancur, sementara tim penyelamat membantu para korban luka.

Para saksi mata mencari-cari di antara puing-puing beton dan logam yang bengkok, mencari barang-barang yang bisa diselamatkan.

Tiga orang lagi tewas ketika serangan udara Israel menghantam sekelompok warga sipil di lingkungan Zeitoun, Kota Gaza.

Rumah sakit Al-Shifa mengkonfirmasi telah menerima tiga jenazah tersebut.

Para pejabat kesehatan mengatakan dua orang lainnya tewas di tempat lain akibat serangan Israel di Gaza.

Militer Israel tidak memberikan komentar langsung mengenai serangan tersebut.

Kekerasan terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah diberlakukan.