Sopir dan Kernet Truk Tenggelam di Sungai Baung OKI, Ditemukan Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tenggelam. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tenggelam. Foto: Shutter Stock

Tim SAR gabungan menemukan dua korban tenggelam di Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, yang dilaporkan tenggelam pada Jumat (7/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan dua korban yakni Sukadi (60), seorang sopir truk, dan Danang (17), yang bekerja sebagai kernet truk, sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Ia menjelaskan Sukadi ditemukan pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 08.00 WIB mengapung di tengah sungai, berjarak kurang lebih dua kilometer dari lokasi awal kejadian.

Sementara Danang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu pukul 11.10 WIB. Jenazahnya ditemukan mengapung di perairan, berjarak sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian.

"Setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan, dua korban berhasil ditemukan. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat," kata dia dikutip dari Antara.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Jumat (7/8) sekitar pukul 10.00 WIB saat Tug Boat Zavina 01 yang menarik tongkang bermuatan armada mobil PT OKI Pulp dan Paper melintas di wilayah perairan Labuh Bukit Batu menuju Palembang.

Saat dalam pelayaran, seorang kernet truk yakni Danang berupaya mengambil air sungai menggunakan ember dengan berjalan di antara celah kendaraan di atas tongkang. Namun, ia diduga terpeleset dan jatuh ke sungai hingga terseret arus.

Melihat kejadian itu, Sukadi berusaha memberikan pertolongan, tetapi justru ikut terseret derasnya arus Sungai Baung dan hilang tenggelam.

Basarnas Kantor SAR Palembang yang menerima laporan pada Jumat (7/8) sore langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan air seluas 7 mil laut (NM²) menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Basarnas serta kapal cepat milik Polair.

Operasi pencarian dan pertolongan ini melibatkan unsur gabungan yang terdiri atas Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polair, serta warga setempat.