TNI Sergap Kelompok OPM Kodap Sorong Raya, 2 Anggota OPM Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TNI menyerbu markas OPM di Maybrat, Papua Barat Daya. Foto: Komando Operasi TNI Habema
zoom-in-whitePerbesar
TNI menyerbu markas OPM di Maybrat, Papua Barat Daya. Foto: Komando Operasi TNI Habema

Koops TNI Habema menyergap kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya, Sabtu (3/10). Hasilnya, TNI mengamankan senjata api beserta amunisi. Dua anggota OPM tewas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pergerakan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya, pimpinan Manfred Fatem Danops Kodap Sorong Raya, terdeteksi melalui dukungan teknologi dan informasi lapangan.

Setelah dilakukan pendalaman situasi serta perencanaan operasi, tim gabungan bergerak menuju lokasi sasaran untuk melaksanakan tindakan sesuai prosedur.

Tim gabungan memperoleh kontak visual terhadap sasaran di wilayah Distrik Aifat Selatan dan melaksanakan tindakan secara terukur.

Dalam kejadian tersebut, dua anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya dilaporkan tewas, masing-masing atas nama Arso Aisnak dan Yohanes Ky.

Sementara itu, personel gabungan masih melaksanakan pengejaran terhadap anggota kelompok lainnya yang melarikan diri dari lokasi.

TNI menyerbu markas OPM di Maybrat, Papua Barat Daya. Foto: Komando Operasi TNI Habema

Dari lokasi kejadian, personel mengamankan sejumlah barang bukti yang berdasarkan identifikasi awal berupa satu pucuk senjata api revolver, sepuluh butir munisi, HT, bendera bintang kejora, serta perlengkapan pendukung lainya.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan bahwa setiap pelaksanaan operasi selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian, profesionalisme, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi. Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” ujar Riyanto, dalam keterangannya, Minggu (4/10).

Personel gabungan Koops TNI Habema masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya lainnya yang melarikan diri dari lokasi kejadian.

TNI menyerbu markas OPM di Maybrat, Papua Barat Daya. Foto: Komando Operasi TNI Habema

Riyanto mengimbau kepada seluruh anggota kelompok bersenjata OPM yang masih berada di hutan dan gunung untuk menghentikan segala bentuk aktivitas yang dapat mengganggu keamanan masyarakat dan memilih jalan damai dengan kembali bergabung bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Masih terbuka ruang bagi Saudara-Saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan. Masa depan Papua adalah tanggung jawab kita bersama, dan pembangunan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam suasana aman dan penuh kedamaian,” ujar Riyanto.