Meningkatkan Kreativitas Anak dengan Origami

Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Luthfan Tsabit tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Origami, seni melipat kertas asal Jepang, tidak hanya menghasilkan karya yang indah namun juga merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan kreativitas. Kegiatan ini melibatkan imajinasi, pemecahan masalah, dan keterampilan motorik halus, yang semuanya berkontribusi pada pengembangan otak. Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITBAD) yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 19 melakukan kegiatan pembuatan origami dengan tujuan menambah kreativitas anak-anak di Yayasan Gerakan Indonesia Membangun (GAMMA).

Adapun manfaat lain yang di dapatkan oleh anak-anak dengan membuat origami ini ialah :
Dapat Melatih Kesabaran dan Ketelitian : Dalam membuat origami membutuhkan ketelitian dalam melipat kertas yang ada sehingga dapat menghasilkan bentuk yang sesuai dan diinginkan. Dengan berlatih origami anak-anak dapat melatih fokus, sabar dan menambah kreativitas.
Menambah Imajinasi : Dari sebuah kertas yang ada dapat berubah menjadi berbagai bentuk yang di inginkan seperti hewan, tumbuhan, atau benda yang lain. Dengan origami dapat menumbuhkan pola pikir kreatif yang dapat merangsang mereka untuk membuat sesuatu sebelum mulai melipat kertas untuk di jadikan origami.
Memecahkan Masalah : Sering kali dalam membuat origami kita kesulitan dalam membuatnya karena tingkat kesulitan yang rumit, dengan origami anak-anak dapat membuat keputusan dengan cepat dan berpikir maju tentang langkah apa selanjutnya yang ingin di buat agar origami dapat sesuai dengan yang diharapkan.
Peningkatkan Motorik : Dengan teknik melipat yang di lakukan dalam membuat origami, dapat merangsang gerak antara mata dan tangan yang dapat mengembangkan koordinasi antara dua anggota tubuh tersebut yang dapat membuat perkembangan kreativitas anak.
Meningkatkan Rasa Percaya Diri : Ketika anak-anak berhasil membuat origami, akan ada rasa kepuasan tersendiri dari diri anak-anak tersebut. Sehingga akan meningkatkan rasa percaya diri mereka dan membuat rasa penasaran mereka tinggi, sehingga mereka akan mencoba membuat bentuk baru yang lebih rumit.
Kami dari kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 19 berharap agar anak-anak di Yayasan Gerakan Indonesia Membangun (GAMMA) tetap termotivasi dan bersemangat dalam membuat origami tersebut, karena dari selembar kertas yang terlihat biasa dapat menjadi hasil karya yang luar biasa.
