Konten dari Pengguna

Marriege Is Scary?

Muhammad Marwan Azmi

Muhammad Marwan Azmi

Seorang mahasiswa Universitas Pamulang jurusan Ilmu Komunikasi S1

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Marwan Azmi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pribadi penulis
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pribadi penulis

"Nikah Is Scarry?" Pertanyaan ini sering banget muncul, apalagi kalau lagi scroll TikTok lihat drama rumah tangga orang. Mikir, "Duh, jangan-jangan aku juga nanti kayak gitu." Rasa takut itu wajar, kok. Tapi, jangan sampai rasa takut ini bikin kita menutup diri dari kemungkinan indahnya sebuah pernikahan. Kenapa indah? Karena nikah bukan cuma soal cinta-cintaan ala drama Korea. Lebih dari itu, nikah adalah ibadah, cara kita mendekatkan diri pada Allah SWT. Di dalamnya ada tanggung jawab, kasih sayang, dan harapan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Nah, salah satu hal yang bikin orang takut nikah adalah ketidakpastian. Kita nggak tahu siapa jodoh kita, apakah dia orang yang tepat, apakah kita bisa bahagia bersamanya. Pertanyaan-pertanyaan ini wajar banget muncul. Tapi, daripada terus menerus bertanya-tanya, mending kita fokus pada diri sendiri.

Ilustrasi pribadi penulis
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pribadi penulis

Di surat An-Nur ayat 26, Allah SWT berfirman: اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِۚ اُولٰۤىِٕكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ Artinya: Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka (yang baik) itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia. Ayat ini sering diartikan sebagai "jodoh itu cerminan diri." Artinya, kalau kita ingin mendapatkan pasangan yang baik, saleh atau salehah, dan bertanggung jawab, maka kita juga harus berusaha menjadi pribadi yang seperti itu. Dalam konteks rasa takut akan pernikahan, pesan ayat ini adalah fokuslah pada perbaikan diri, bukan pada mencari pasangan yang sempurna. Kenapa? Karena ketakutan seringkali muncul dari rasa tidak siap. Kita takut gagal karena kita merasa belum cukup baik, belum cukup dewasa, atau belum cukup bertanggung jawab. Nah, dengan fokus pada perbaikan diri, kita akan merasa lebih siap menghadapi pernikahan. Kita akan lebih percaya diri bahwa kita mampu menjadi pasangan yang baik dan membangun rumah tangga yang bahagia. Jadi, kalau kita masih merasa "nikah, serem nggak sih?", coba deh introspeksi diri. Sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih baik? Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menjadi pasangan yang baik? Kalau jawabannya iya, insya Allah, rasa takut itu akan hilang dengan sendirinya.