Bagaimana Tarif Dagang Trump Mempengaruhi AS dan Reaksi Dunia?

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Semarang, Jawa Tengah
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Nashr Alafi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana Mungkin Negara Adidaya AS Mengalami Defisit Ratusan Miliar Dolar? Bisakah Kebijakan Donald Trump Menyelamatkannya?
Beberapa hari ini, tepatnya pada 02 April 2025 lalu di Gedung Putih, AS dengan pemerintahan barunya di tangan Trump mengeluarkan tarif resiprokal atau tarif timbal balik terhadap negara-negara yang dianggap merugikan defisit kas AS yang mencapai US$ 307 miliar pada Februari 2025.
Seluruh negara terkena imbasnya dengan adanya tarif dasar sebesar 10%, sedangkan negara-negara yang dianggap memberikan dampak signifikan terhadap defisit anggaran dikenakan biaya lebih. Beberapa negara di antaranya adalah Kamboja, Myanmar, Vietnam, Thailand, China, dan Indonesia.
Di balik kebijakan tarif perdagangan ini, muncul sebuah pertanyaan besar. Bagaimana mungkin AS, negara adidaya, mengalami defisit anggaran yang begitu besar?
AS (Amerika Serikat mulai dikenal sebagai negara adidaya tepatnya usai perang dunia I dan The Great Depression berakhir. Dominasi AS mulai terlihat dengan adanya pembentukan IMF, Bank Dunia yang terpusat pada mata uang AS sebagai mata uang global, meskipun sempat bersaing dengan USSR, namun semenjak kejatuhan USSR pada 1991 semakin memperkokoh posisi AS sebagai satu-satunya negara adidaya hingga saat ini.
Meskipun AS dianggap mendominasi perekonomian global selama beberapa dekade, namun ada beberapa tantangan ekonomi yang menyebabkan negara adidaya sekelas AS mengalami defisit di antaranya
Biaya kesehatan
Belanja alat pertahanan nasional
Pengeluaran bunga utang juga menjadi salah satu penyebab defisit anggaran.
Selain itu beberapa faktor lain yang turut berkontribusi antara lain
Ketergantungan terhadap produk impor dari negara lain
Masalah sosial seperti ketimpangan ekonomi dan kemiskinan.
Kondisi yang disebutkan di atas mendorong AS untuk mengambil tindakan preventif seperti tarif resiprokal guna menyeimbangkan kembali neraca perdagangannya.
Bagaimana respons Indonesia menanggapi tarif dagang ini?
Mengutip dari laman bisnis.com "Pemerintah Indonesia akan menjalin komunikasi dengan pemerintah AS, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi untuk melakukan negosiasi secara langsung dengan pemerintah AS." ucap Susi selaku Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam keterangannya Kamis (3/4/2025).
Tidak hanya itu Indonesia sendiri juga telah mengantisipasi kebijakan tersebut melalui beberapa kebijakan di antaranya
Perluasan mitra dagang
Percepatan hilirisasi SDA
Penguatan konsumsi dalam negeri
Kebijakan tarif dagang ini memiliki tujuan guna menyelamatkan ekonomi AS, namun apakah kebijakan ini benar-benar efektif? Ataukah memicu friksi dan dampak lanjutan terhadap perdagangan di pasar global?
Bagaimana menurutmu, jika kebijakan ini gagal apakah dominasi ekonomi AS masih akan berlanjut? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!
Sumber Informasi:
https://www.youtube.com/watch?v=suflk_rBTrA&t=142s
https://infobanknews.com/tertinggi-dalam-sejarah-defisit-anggaran-as-tembus-usd1147-triliun/
https://www.cnbcindonesia.com/news/20250313080207-4-618152/as-makin-ngeri-defisit-tembus-u-s-115-t
