Bijak Menggunakan Sosial Media: Bukan Sekadar Scroll Tanpa Arah

Saya adalah mahasiswa jurusan Ilmu Hadis di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Naufal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosial media sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. Bangun tidur, buka Instagram. Lagi nunggu dosen, scroll TikTok. Bahkan sebelum tidur pun masih sempat buka Twitter (sekarang X). Tapi pernah nggak sih kita bertanya: sejauh mana media sosial memberi manfaat, dan kapan ia mulai menyita waktu tanpa kita sadari?
__
Kehadiran Media Sosial dalam Hidup Kita
Media sosial awalnya hadir untuk mempermudah komunikasi dan berbagi informasi. Namun, seiring waktu, ia menjadi sumber hiburan, tempat pamer pencapaian, bahkan ladang cuan. Tapi di sisi lain, media sosial juga bisa menjadi pemicu stres, rasa insecure, bahkan kecanduan.
__
Dampak Positif Penggunaan Media Sosial
Akses informasi cepat
Kita bisa update berita terkini dalam hitungan detik
Sarana edukasi dan pengembangan diri
Banyak konten bermanfaat seperti tips belajar, karier, sampai mental health
Menjalin koneksi dan relasi
Networking jadi lebih mudah, bahkan bisa ketemu peluang kerja
__
Dampak Negatif Jika Tidak Digunakan dengan Bijak
Overthinking & insecure
Terlalu sering membandingkan hidup dengan orang lain
Kecanduan digital
Sulit lepas dari layar, bahkan saat sedang makan atau bersama keluarga
Produktivitas menurun
Waktu belajar, ibadah, hingga istirahat sering terpotong karena “cuma scroll sebentar”
Gangguan mental
Paparan berita negatif atau komentar jahat bisa mempengaruhi kesehatan mental.
__
Islam Mengajarkan Adab dalam Bermedia
Dalam Islam, segala aktivitas sebaiknya bernilai kebaikan, termasuk di media sosial. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 6:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ جَآءَكُمۡ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوۡۤا اَنۡ تُصِيۡبُوۡا قَوۡمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصۡبِحُوۡا عَلٰى مَا فَعَلۡتُمۡ نٰدِمِيۡنَ (٦)
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."
Ayat ini jadi pengingat untuk tidak langsung percaya, share, atau komentar di media sosial tanpa tabayyun (klarifikasi). Kita juga diajarkan untuk menjaga lisan—yang kini bisa diterapkan pada jari-jari kita saat mengetik di medsos.
__
Tips Bijak Bermedia Sosial
Atur waktu penggunaan (gunakan fitur screen time)
Follow akun yang memberi manfaat
Unfollow yang bikin overthinking atau toxic
Jangan asal share, biasakan cek fakta
Gunakan untuk hal positif: promosi karya, berdakwah, atau berbagi inspirasi
__
Sosial media bisa jadi alat yang sangat bermanfaat—kalau kita bijak menggunakannya. Tapi ia juga bisa jadi jebakan waktu dan emosi kalau kita tak sadar diri. Mulailah sadar digital dari sekarang. Bukan berarti harus puasa medsos, tapi cukup tahu kapan harus berhenti dan kembali ke dunia nyata.
