Konten dari Pengguna

Bijak Menggunakan Sosial Media: Bukan Sekadar Scroll Tanpa Arah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Naufal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Oleh Penulis (Dokumen Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Oleh Penulis (Dokumen Pribadi)

Sosial media sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. Bangun tidur, buka Instagram. Lagi nunggu dosen, scroll TikTok. Bahkan sebelum tidur pun masih sempat buka Twitter (sekarang X). Tapi pernah nggak sih kita bertanya: sejauh mana media sosial memberi manfaat, dan kapan ia mulai menyita waktu tanpa kita sadari?

__

Kehadiran Media Sosial dalam Hidup Kita

Media sosial awalnya hadir untuk mempermudah komunikasi dan berbagi informasi. Namun, seiring waktu, ia menjadi sumber hiburan, tempat pamer pencapaian, bahkan ladang cuan. Tapi di sisi lain, media sosial juga bisa menjadi pemicu stres, rasa insecure, bahkan kecanduan.

__

Dampak Positif Penggunaan Media Sosial

  • Akses informasi cepat

Kita bisa update berita terkini dalam hitungan detik

  • Sarana edukasi dan pengembangan diri

Banyak konten bermanfaat seperti tips belajar, karier, sampai mental health

  • Menjalin koneksi dan relasi

Networking jadi lebih mudah, bahkan bisa ketemu peluang kerja

__

Dampak Negatif Jika Tidak Digunakan dengan Bijak

  • Overthinking & insecure

Terlalu sering membandingkan hidup dengan orang lain

  • Kecanduan digital

Sulit lepas dari layar, bahkan saat sedang makan atau bersama keluarga

  • Produktivitas menurun

Waktu belajar, ibadah, hingga istirahat sering terpotong karena “cuma scroll sebentar”

  • Gangguan mental

Paparan berita negatif atau komentar jahat bisa mempengaruhi kesehatan mental.

__

Islam Mengajarkan Adab dalam Bermedia

Dalam Islam, segala aktivitas sebaiknya bernilai kebaikan, termasuk di media sosial. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 6:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ جَآءَكُمۡ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوۡۤا اَنۡ تُصِيۡبُوۡا قَوۡمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصۡبِحُوۡا عَلٰى مَا فَعَلۡتُمۡ نٰدِمِيۡنَ‏  (٦)

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."

Ayat ini jadi pengingat untuk tidak langsung percaya, share, atau komentar di media sosial tanpa tabayyun (klarifikasi). Kita juga diajarkan untuk menjaga lisan—yang kini bisa diterapkan pada jari-jari kita saat mengetik di medsos.

__

Tips Bijak Bermedia Sosial

  1. Atur waktu penggunaan (gunakan fitur screen time)

  2. Follow akun yang memberi manfaat

  3. Unfollow yang bikin overthinking atau toxic

  4. Jangan asal share, biasakan cek fakta

  5. Gunakan untuk hal positif: promosi karya, berdakwah, atau berbagi inspirasi

__

Sosial media bisa jadi alat yang sangat bermanfaat—kalau kita bijak menggunakannya. Tapi ia juga bisa jadi jebakan waktu dan emosi kalau kita tak sadar diri. Mulailah sadar digital dari sekarang. Bukan berarti harus puasa medsos, tapi cukup tahu kapan harus berhenti dan kembali ke dunia nyata.